Minggu, 13 Maret 2011

KE-PGRI-an

SOAL DAN PEMBAHASAN MATA KULIAH KE-PGRI-AN

SUMBER: HTTP://TRYPRASETYO.BLOGSPOT.COM


Kata pengantar i
Daftar isi ii
Bab I. GURU ANGGOTA PGRI BERPERAN PENTING DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
Soal dan Jawaban
Daftar Pustaka
Bab II MENINGKATKAN KONSOLIDASI PGRI MELALUI FORUM ORGANISASI PGRI
Soal dan Jawaban
Daftar Pustaka
Bab III GURU MENJALANKAN SIKAP PROFESIONAL SESUAI SIFAT PGRI DALAM MENINGKATKAN MUTU
Soal dan Jawaban
Daftar Pustaka
Bab IV DINAMIKA PGRI PADA MASA REFORMASI
Soal dan Jawaban
Daftar Pustaka
Bab V PGRI BERJUANG MENINGKATKAN PROFESIONALISMEGURU
Soal dan Jawaban
Daftar Pustaka
Bab VI HAK DAN KEWAJIBAN GURU PERLU SEIMBANG DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU
Soal dan Jawaban
Daftar Pustaka
Bab VII PGRI SEBAGAI SERIKAT PEKERJA DAPAT MEMPERCEPAT KESEJAHTERAAN ANGGOTA
Soal dan Jawaban
Daftar Pustaka
Bab VIII JATI DIRI PGRI MENJAWAB TANTANGAN MASA DEPAN
Soal dan Jawaban
Daftar Pustaka
Bab IX PROGARAM PGRI UNTUK PEMERATAAN PENDIDIKAN
Soal dan Jawaban
Daftar Pustaka
Bab X PGRI BERSAMA MASYARAKAT DUNIA MEMAJUKAN DUNIA PENDIDIKAN
Soal dan Jawaban
Daftar Pustaka
Bab XI KOMPETENSI GURU PELETAK DASAR KEMAJUAN PENDIDIKAN
Soal dan Jawaban
Daftar Pustaka
Bab XII PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU DI ERA GLOBALISASI
Soal dan Jawaban
Daftar Pustaka
Bab XIII PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU MELALU SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN
Soal dan Jawaban
Daftar Pustaka
Bab XIV GURU PROFESIONAL MEMBUTUHKAN TUNJANGAN YANG MEMADAI
Soal dan Jawaban
Daftar Pustaka

BAB I
GURU ANGGOTA PGRI BERPERAN PENTING DALAM MEMANFAATKAN MUTU PENDIDIKAN


Kemajuan dunia pendidikan ditentukan oleh segenap pemangku pendidikan. Pendidikan bukan urusan negara semata, melainkan semua pihak harus peduli, ada suatu kesadaran dan partisipasi yang akhirnya ada tanggung jawab dari semua pihak untuk membangun dunia pendidikan yang bermutu, berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi. Disisi lain PGRI juga merupakan salah satu elemen masyarakat profesi di bidang pendidikan, khususnya PGRI berada dalam suatu profesi yang strategis dalam ikut berperan aktif meningkatkan mutu pendidikan dengan menfokuskan pada upaya peningkatan profesioanlisme guru (Musaheri : 2009).
Dalam membangun dunia pendidikan dewasa ini, memerlukan beberapa elemen yang mendukungnya. Misalnya perbaikan mutu pendidikan sangat membutuhkan masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan hanya dengan menata kelembagaan, penentu persoalan serta menyediakan prasarana dan pembiayaan. Mutu, pendidikan merupakan persoalan kompleks yang tekait pula dengan segenap dukungan komponen penyelenggaran pendidikan yang tergantung dalam lembaga kependidikan dan pemberdayaan masyarakat menentukan kebersihan pendidikan. ( Suryadi, 2002).
Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dan sangat diperlukan dalam era Globalisasi saat ini. Dengan adanya pendidikan yang baik dan benar, secara langsung kita telah mempersiapkan generasi masa depan yang cemerlang dan memperoleh kehidupan yang layak, dengan suatu perubahan sifat, tujuan, tuntutan dan harapan besar masyarakat untuk memperoleh pelayanan pendidikan bermutu sesuai dengan kebutuhan jaman, masyarakat menuntut adanya perubahan-perubahan dalam pendidikan dan untuk itu perlu bantuan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan dalam rangka penyesuian dan faktor perkembangan terhadap pendidikan serta perlu mendapatkan perhatian serius dalam pendidikan.
Dalam suatu pendidikan yang paling ditekankan adalah prosesnya, karena pendidikan merupakan suatu proses pertumbuhan dan perkembangan yang berlangsung dari diri peserta didik, karena pendidikan sangat menekankan pada proses, untuk itu sebagai seorang pendidik kita harus mengetahui bahwa tumpuan utama pendidikan ada pada pendidikan dan peserta didik.
Pendidikan merupakan proses pendewasaan bagi anak didik dan sebagai media pengembangan segenap potensi yang dimiliki sehingga pada akhirnya anak didik mampu mewujudkan cita-cita yang diinginkan. Dalam proses pendidikan peserta didik sangat memerlukan pertolongan dari sebuah guru dalam bentuk bimbingan, pembelajaran atau pelatihan baik secara rohania muapun jasmaniyah, disinilah urgensi peran atau keberadaan seorang guru sangat dipentingkan.
Seorang guru harus mampu dan memiliki kepekaan bagaimana cara menyampaikan suatu materi agar lebih muda di mengerti oleh peserta didiknya. Disinilah diperlukan kreatifitas dan kemampuan agar betul-betul bisa berbuat sesuai kebutuhan anak didik. Dalam hal ini guru juga diharapkan dapat melaksanakan 4 kompetensinya diantaranya, kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Jadi tidak sekedar mendengarkan kata-kata atau keluhan dari peserta didik, dengan kata lain guru bersikap adil dan benar-benar menempatkan diri sebagai pendengar yang baik dengan memberi arahan atau suatu membingan yang membangun potensi peserta didk.
Disamping itu, guru sebagai tenaga inti kependidikan memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan potensi peserta didik secara maksimal dan membangun pertumbuhan yang dapat menunjang perkembangan peserta didik, dengan demikian guru harus memiliki modal dasar penting dalam memberi suatu arahan kepada anak didiknya untuk mencapai sesuatu yang memang diharapkan.
Dalam mewujudkan hal tersebut disinilah peranan PGRI tercermin sebagai organisasi yang menghimpun para guru begitu sangat diperlukan. PGRI senantiasa dituntut agar bisa mengikuti perkembangan terbaru dalam pendidikan. Sehingga dengan demikian PGRI lebih mudah untuk melahirkan program-program yang sesuai dengan tuntutan masa depan.
Dengan posisinya sebagai tenaga utama kependidikan, dipundak gurulah peran sentral kemajuan pendidikan dipercayakan. Dengan posisinya digarda terdepan yang bersentuhan langsung dengan perseta didik peran tangnggung jawab guru sungguh vital dalam membawa peningkatan mutu pendidikan. Dan sebagai pelaku utama dalam proses pembelajaran maka didikan, pembelajaran, bimbingan dan pelatihan yang diberikan guru kepada peserta didik mejadi penentu dalam mengantar kesuksesan.
Dengan demikian jalan utama untuk mensukseskan mutu pendidikan adalah meningkatkan kualitas profesionalisme guru dan hanya pada guru profesional sebagai tenaga profesi dalam bidang pendidikan yang dapat menjalankan tugas / perannya membangun mutu pendidikan. Dengan lingkup tugasnya yang demikian pula, menjadi berat ditengah-tengah tuntutan tugas yang terus berkembang sejalan dengan dinamika perkembangan zaman dan Iptek serta kuatnya harapan terhadap pemenuhan kebutuhan untuk membentuk dan mewujudkan peserta didik yang berkompetensi pula dan hanyalah yang dapat menerjemahkan dan mewujudkan harapan peningkatan kualitas / mutu pendidikan.

SOAL dan JAWABAN

1. Dunia pendidikan dapat mencapai kemajuan salah satunya berkat dukungan organisasi profesi. Coba jelaskan apa manfaat dan keuntungannya dengan keterlibatan masyarakat profesi dalam pendidikan !
Jawaban :
Manfaat dari keterlibatan masyarakat profesi dalam pendidikan salah satunya adalah membangun dunia pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan mutu pendidikan serta menentukan keberhasilan dalam pencapaian tujuan pendidikan. Berbagai keputusan pendidikan dapat efektif untuk perbaikan dunia pendidikan lebih memahami, mengawasi dan membantu sekolah dalam pengelolaan belajar mengajar, sehingga menimbulkan motivasi positif bagi para penyelenggara pendidikan, meningkatkan kepemilikan terhadap sekolah, tanggung jawab, kepedulian terhadap kependidikan semakin tinggi memberikan dukungan iniasif sekolah. Selain itu pemberdayaan masyarakat otonomi daerah dalam bidang pendidikan akan lebih bermakna. Keuntungan yang dapat diperoleh adalah kesajehteraan masyarakat dapat terpenuhi, keprofesionalitas guru semakin meningkat, dan dengan memperdayakan masyarakat profesi berbagai keputusan pendidikan lebih efektif.
2. Dunia pendidikan sulit mencapai kemajuan bila tidak ada dukungan organisasi profesi. Coba jelaskan apa kerugian dan dampak yang ditimbulkan dengan tidak adanya keterlibatan masyarakat profesi dalam pendidikan !
Jawaban :
Dalam membangun dan meningkatkan dunia pendidikan yang berkualitas, apabila tidak ada keterlibatan masyarakat profesi, nantinya dapat menyebabkan otonomi daerah / masyarakat dalam bidang pendidikan akan semakin kehilangan makna dasarnya yaitu tidak dapat terwujudnya kualitas pendidikan, tidak menimbulkan motivasi positif bagi penyelenggaran pendidikan.
Berbagai dampak akan timbul diantaranya, tidak dapat meningkatkan partisipasi masyarakat profesi, rasa kepemilikan terhadap sekolah semakin berkurang, rasa kepedulian terhadap sekolah juga menurun serta tidak ada kesediaan dalam memberikan dukungan inisiatif terhadap sekolah.
3. Manfaat apa yang dapat dipetik jika guru dan calon guru menguasai dan mendalami pengetahuan ke-PGRI-an ?
Jawaban :
a. Akan menumbuhkan rasa kekompokan dan solidaritas antar sesama anggota PGRI dalam memperjuangkan kepentingan bersama.
b. Dapat mengembangka profesionalisme guru dan calon guru serta memajukan PGRI sebagai wadah perguruan PGRI
c. Dapat meningkatkan kompetensi sosialnya sebagai guru dan calon guru serta mempertahankan dan menjaga segala identitas perguruan tinggi dibawah naungan PGRI
d. Dapat menempuh study pendidikan tinggi PGRI
e. Mencerdaskan peserta didiknya agar semakin maju dan berkembang dalam menempuh masa depanya untuk menjadi bangsa Indonesia seutuhnya.
4. Gambarkan kegunaan dari keterlibatan guru jika menjadi anggota PGRI, serta kaitkan dengan 4 kompetensi guru !
Jawaban :
Keterlibatan atau peran dan tanggung jawab seorang guru sungguh sangat vital anggota PGRI tidak hanya menjadi anggota saja dalam proses pembelajaran sistem pendidikan. Misalnya, selain berperan sebagai pendidik dalam proses belajar mengajar, disamping itu seorang guru harus mampu melihat kondisi peserta didiknya tidak hanya memberi pembelajaran semata tapi juga mampu membimbing, memberi arahan, keteladanan guru motivasi kepada anak didiknya untuk itu sangatlah penting memiliki kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional dan sosial sehingga kegunaanya dapat mempertahankan dan menjaga identitas perguruan tinggi dalam memperjuangkan kepentingan bersama dan hak dalam mengembangkan profesionalisme guru sehingga kewajiban memajukan PGRI, memiliki kreativitas dan inovasi tinggi, memiliki kepribadian mantap, stabil, berwibawa, ahlak mulia mejadi teladan, memahami karakteristik peserta didik, merancang pembelajaran materi, serta berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik, teman sejawat dan lingkungan sekitar.


Daftar Pustaka

Musaheri. 2009 Diklat ke – PGRI – an. STKIP PGRI Sumenep
Musaheri. 2007. ”Pengantar Pendidikan” Jakarta IRCiSoD
Sidi, Indrajati, 2000. ”Menuju Masyarakat Belajar”. Jakarta : Balai Pustaka
Nasution, S.”Belajar dan Mengajar”. Jakarta 1982
Direktorat bagi guru. Jakarta : Direktorat Tenaga Kependidikan Dirjen Pendidikan Menengah Depdiknas
Sudjana, Nana. 1989 ”Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar”. Bandung : Sinar Baru

BAB II
MENINGKATKAN KONSOLIDASI PGRI MELALUI FORUM ORGANISASI PGRI

Organisasi PGRI merupakan suatu gambaran sistem kerja sama dari PGRI. Organisasi PGRI merupakan suatu wadah terhimpunnya segenap guru Indonesia serta tenaga pendidik yang menjadi pancasila sebagai pedoman bangsa Indonesia. Setiap anggota PGRI berkewajiban menjunjung tinggi nama dan kerhormatan organisasi serta kode etik dan ikrar guru yang telah ditetapkan dan disepakati bersama oleh guru-guru Indonesia, mematuhi segala peraturan-peraturan dan disiplin organisasi serta ikut dalam melaksanakan program-program organisasi secara aktif sesuai kewajibannya.
Keanggotaan yang ada di PGRI yaitu warga negara Indonesia yang dengan suka rela mengajukan permohonan menjadi anggota dan mematuhi persyaratan yang ditentukan dalam anggaran dasar rumah tangga (AD/ART). Selain itu, keanggotaan PGRI juga memiliki hak berbicara atau hak yang diberikan kepada anggota untuk mengeluarkan suatu pendapat, gagasan atau ide-ide baru untuk meningkatkan organisasi. Adanya suatu pendapat atau hak suara yang diberikan kepada anggota dalam rangka memilih, PGRI disini dapat memilih dengan cara memberikan hak suara, hak membela diri dan hak untuk dipilih. Disamping itu, PGRI memiliki kewajiban untuk mensuksekan organisasi, salah satunya adalah melalui pembayaran iuran, disiplin dan senantiasa mengikuti kegiatan dalam organisasi PGRI serta mentaati peraturan yang tercantum dalam organisasi.
Dalam melakukan konsolidasi atau meningkatkan dan memperkuat Organisasi PGRI untuk mempertanggung jawabkan segala kegiatan yang dilakukan baik untuk, mengelola bidang atau tugas tertentu dalam upaya mencapai tujuan organisasi, mengevaluasi kinerja pengurus, memilih pengurus dalam rangka kaderisasi dan menyusun berbagai program untuk kegiatan selanjutnya, maka rangka kaderisasi dan menyusun berbagai program untuk kegiatan selanjutnya, maka ditetapkan forum organisasi, baik sebagai upaya pencapaian sasaran program organisasi maupun dalam upaya bekerja sama dengan pihak lain.
Salah satu contoh forum organisasi yang terdapat dalam organisasi PGRI meliputi : kongres, konferensi, rapat anggara, rapat pengurus dan lain-lain yang dilaksanakan dari tingkat pusat sampai dengan ranting. Para anggota yang telah terpilih menjadi pengurus organisasi harus siap melakukan segala program yang telah direncanakan oleh organisasi. Forum organisasi PGRI diadakan tiap tiga bulan sekali dalam rapat PGRI, pertemuan ini bertujuan sebagai wadah pertemuan atau silaturrahim antara pengurus dan anggota sehingga komunikasi antara satu dengan yang lainya terjalin dengan baik.
Selain itu dalam melaksanakan program tertentu dalam upaya mencapai tujuan organisasi yang bersifat tetap dalam jangka waktu panjang, juga dibentuk anak lembaga PGRI. Anak lembaga PGRI merupakan suatu instasi pengembangan dari induk lembaga PGRI. Terbentuknya forum ini sebagai anak lembaga dalam rangka menangani suatu persoalan khusus yang terjadi dalam organisasi disebut juga perkumpulan pembina lembaga pendidikan PGRI (PPLP), karena PGRI memiliki tugas yaitu menangani pendirian, pembinaan pengembangan, dan melindungi serta menangani permasalahan dalam PGRI.
Adanya suatu pertemuan dalam suatu forum organisasi PGRI dapat mengingormasikan secara langsung mengenai berbagai kebijakan terbaru dalam dunia kependidikan. Dan hal tersebut merupakan ajang bertukar pikiran atau ide, gagasan-gagasan dari semua kalangan yang ada di PGRI. Sebab dengan demikian solusi-solusi cerdas tentang pendidikan juga akan muncul guna menjawab semua problem pendidikan.
Dalam meningkatkan konsolidasi melalui forum organisasi kita dapat mempersatukan anggota PGRI salah satunya dengan sistem informasi dan komunikasi yang bermanfaat dapat memberikan gambaran aktivitas organisasi pada masing-masing kepengurusan serta pengalaman suatu pengurus dan dapat memperoleh berbagai informasi aktual selain itu konsolidasi juga dapat menimbulkan rasa saling dorong yang sifatnya kontruktif antara jajaran sehingga menimbulkan kesamaan persepsi Threaded suatu hal sehingga dalam pengambilan keputusan dapat lebih muda.

SOAL dan JAWABAN

1. Kepengurusan PGRI berjenjang dari tingkat pusat sampai ranting PGRI. Berilah penjelasan dengan struktur kepengurusan yang berjenjang bagaimana komunikasi dijalin serta apa manfaat jalinan komunikasi PGRI bagi guru !
Struktur kepengurusan PGRI memiliki tata urutan yang berjenjang yaitu tingkat pusat meliputi seluruh wilayah Republik Indonesia, tingkat provinsi meliputi wilayah satu provinsi, tingkat kabupaten meliputi satu kabupaten, tingkat cabang/ cabang khusus dan tingkat tinggi ranting, pengurus besar PGRI adalah pengurus tingkat pusat.
SRTUKTUR PGRI
Badan Pimpinan Organisasi
Anak Lembaga
Badan Khusus
Himpunan Profesi dan Keahlian Sejenis
Forum Organisasi
Badan Penasehat
Majelis Kehormatan Organisasi dan Kode Etik
 Jalinan komonikasi PGRI melalui jalinan informasi komonukasi secara vertikal, horizontal dan diagonal. Jalur vertikal dapat dilakukan dari PB PGRI turun ke PD PGRI provinsi dan dapat pula sebaliknya. Jalur horizontal adalah jalinan informasi dan komunikasi dengan semua elemen dan komponen yang terkait khususnya yang memiliki kesamaan misi dibidang pendidikan. Sedang jalur diagonal adalah jalinan informasi dan komunikasi dengan badan dan anak lembaga PGRI serta lembaga konsultasi dan bantuan Hukum PGRI.
Manfaat dari jalinan infromasi komunikasi PGRI bagi guru diantaranya adalah jajaran pengurus ditingkat pusat dapat dengan cepat mengimformasikan berbagai kebijakan terbaru secara cepat ke tingkat yang paling bawah, memberikan kontribusi pada negara kesatuan Republik Indonesia, Terwujudnya derap langkah seluruh jajaran organisasi dapat terjalin ikatan struktural dan kulturan dalam tubuh PGRI dan persoalan intern, Organisasi dapat segera terselesaikan dalam membangun penyelenggaraan sistem pendidikan.
2. PGRI mempunyai himpunan / ikatan / asosiasi profensi dan keahlian sejenis. Berilah penjelasan manfaat lembaga ini dan kaitkan dengan undang – undang Nomor 14 tahun 2007 tentang guru dan dosen !
Jawaban :
Melakukan konsultasi dan pembelaan hukum terhadap anggota PGRI yang menghadapi masalah – masalah yang berkaitan dengan hukum, membantu guru – guru yang akan memperoleh gugatan dan atau menggugat dari dan kepada berbagai pihak yang merasa merugikan anggota PGRI guna untuk tercapainya keadilan hukum, tempat penampunganya pengaduan hukum dari anggota PGRI dilakukan advokasi, bahkan dilakukan pembelaan dimuka pengadilan agar guru tidak mudah dilecehkan dan disepelekan secara hukum oleh berbagai kalangan, dan dapat menegakkan supremasi hukum melalui anak organisasi PGRI yang bernama LKBH PGRI martabat dan harkat guru dapat terjaga dengan baik. Kaitannya dengan Undang – Undang no 14 Tahun 2005 yaitu memperoleh penghasilan, jaminan kesejahteraan sosial, mendapatkan promosi dan pengharapan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja, memperoleh perlindungan dan di dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual, memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, memiliki jaminan perlindungan hukum dan melaksanakan tugas keprofesionalan, memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal – hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru sehingga dengan adanya LKBH PGRI pemberdayaan profesi guru diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak dikriminatif, serta menjunjung tinggi hal asasi manusia, nilai keagamaan, nilai cultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi, dan menyeimbangkan hak dan kewajiban guru.
3. PGRI dalam melakukan konsolidasi ditempuh pula melalui jalinan komunikasi PGRI serta keitkan dengan nilai kekeluargaan PGRI !
Jawaban :
Menginformasikan dan memberdayakan komunikasi kepada semua ini organisasi dapat lebih luas yang dalam, mendorong secara konstrutif antar jajaran kepengurusan dan kesamaan persepsi terhadap pengambilan keputusan, menjadi komunikator dan informasi baik secara vertikal maupun horizontal yang berkaitan dengan kekeluargaan PGRI merupakan dinamika seseuai situasi, tuntutan, dan tantangan zaman.
4. Lembaga pendidikan PGRI sebagai tempat pengembangan upaya pembaharuan pendidikan yang efektif sejalan dengan pengembangan ilmu dan teknologi diorientasikan pada kepentingan pembangunan nasional merupakan salah satu misi akak lembaga PGRI. Berilah penjelasan tentang misi dimaksud serta jelaskan upaya yang telah ditempuh PGRI dengan misi tersebut !
Jawaban :
Misi yang dimaksud yaitu lembaga pendidikan PGRI mengembangkan misi perjuangan yang sejalan dengan misi, aspirasi dan jati diri organisasi induknya PGRI antara lain :
1. lembaga pendidikan PGRI berupaya untuk melaksanakan pengabdian masyarakat serta memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat sekaligus dan membantu pemerintah dalam menyelenggarakan persekolahan berdasarkan kehidupan bangsa sebagaimana tercamtum dalam pembukaan undang – undang dasar 1945.
2. lembaga pendidikan PGRI mengembang misi menampilkan serta citra tentang sikap dan karakter PGRI ditempuh dengan melestarikan dan mentransformasikan jiwa, semangat, dan nilai – nilai 1945 secara mantap kepada generasi penerus perjuangan bangsa.



Daftar Pustaka


Musaheri. 2009 Diklat Ke – PGRI – an STKIP PGRI Sumenep
Langgulung, Hasan. 1991 .”Kreativitas dan Pendidikan”. Jakarta :Balai Pustaka.
Ari Tonang, Shala. 2007. ”Hak-Hak Guru dan Dosen Swasta”. Jakarta :CV. Ekojaya
Sekretariat Negara. 2006, ”UUD No 14 Tahun 2005”. Tentang Guru dan Dosen

BAB III
GURU MENJALANKAN SIKAP PROFESIONAL SESUAI SIFAT PGRI DALAM MENINGKATKAN MUTU
PENDIDIKAN PERSEKOLAHAN

Seperti awalnya yang telah diketahui, bahwa organisasi PGRI merupakan wadah tempat terhimpunnya segenap guru dan tenaga kependidikan lainya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi dan organisasi ketenaga kerjaan yang berdasarkan asas Pancasila. PGRI sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi dan organisasi ketenaga kerjaan bersifat unitaristik tanpa memandang perbedaan ijazah, tempat kerja, kependudukan, suku, agama dan asal – usul. Dengan sifat tersebut PGRI akan menjadi kumpulan himpunan intelektual yang kuat dan solid. Disamping itu PGRI juga bersifat independen dan tidak berpolitik praktis dalam meningkatkan mutu pendidikan di persekolahan.
Permasalahan dalam dunia pendidikan saat ini sangatlah kompleks, sehingga membuat segenap pelaku pendidikan bekerja ekstra dan saling berkopetisi dalam memberikan konstribusinya terhadap pendidikan sebagai bentuk pengabdiannya dalam menentukan arah pendidikan kedepan, dedikasi, keterbilitasi, komitmen dan kompetensi serta sikap profesionalisme dibutuhkan dalam memperbaiki, mengembangkan, meningkatkan mutu pendidikan di persekolahan.
Dalam berbagai pembahasan juga telah diungkap, bahwa dalam sebuah proses pendidikan khususnya pendidikan dipersekolahan, memang gurulah yang menjadi penentu keberhasilan. Keberadaan guru akan sangat untuk memberikan perbaikan, khususnya dalam proses pembelajaran. Dari situlah, sikap profesionalisme menjadi sangat wajib dimiliki oleh seorang guru sebagai seorang pendidik masa depan. Sebab hanya dengan demikian pula, proses pendidikan akan mencapai cita – cita luhur yang memang menjadi keinginan para pendahulunya dan para generasi penerus masa depan.
Sikap profesionalisme guru tidak hanya diperlukan dilingkungan persekolahan saja, tetapi juga diperlukan dalam kehidupan berbangsa, bernegara ataupun bermasyarakat. Karena, dengan memandang posisinya sebagai tenaga utama atau tenaga terdepan kependidikan, hanya dipundak gurulah peran sentral kemajuan pendidikan dijalankan dan dipercayakan. Peran dan tanggung jawab guru sangatlah vital dalam membawa peningkatan mutu pendidikan dipersekolahan dimana dalam proses belajar mengajar, mendidik, membimbing dan melatih para peserta didik tersebut guru menjadi penentu dalam mengantar kesuksesan anak didik sebagai penerus masa depan bangsa.
Guru yang profesional adalah guru yang berkualitas yang memiliki penampilan sedemikian rupa sebagai sumber motivasi dan inspirasi dalam pelajar yang menyenangkan bagi para peserta didiknya. Pada umumnya siswa ataupun peserta didik selalu mengaharapkan guru yang memiliki sifat – sifat yang ideal sebagai sumber keteladanan, tidak merasa bosan dan jenuh dalam proses belajar. Untuk itu sangatlah diperlukan menguasai berbagai model pembelajaran atau metode – metode yang baru bisa dimiliki oleh sang guru.
Sebagai bentuk intropeksi diri bagi seorang guru akan timbul suatu pertanyaan ”Apakah saya adalah guru profesional ?”. disitulah seorang guru harus memenuhi persyaratan – persyaratan sebagai guru profesional. Kualifikasi kompetensi profesional guru dimulai dari memiliki pengetahuan, kecakapan dalam hidup, keterampilan sekolah dengan baik dan tepat.
Selain itu seorang guru juga memiliki visi keguruan yang mantap dan luas perspektifnya sebagaimana dalam menjalankan sikap tersebut dengan sifat yang dimiliki PGRI. Yaitu bersikap profesionalisme berarti seorang guru mampu mempertinggi kesadaran, sikap, mutu dalam berkarya dan mampu dalam mengembangkan usahanya serta dalam profesi kerjannya, seorang guru tidak membeda – bedakan latar belakang teman yang ada dilingkungan kerjanya, baik memandang dari golongan, agama, status ataupun asal usul.
Jadi, dilihat dari segi pentingnya posisi guru dalam pendidikan, maka satu – satunya jalan utama yang harus ditempuh dalam meningkatkan mutu pendidikan persekolahan adalah meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru, hanya pada guru profesional sebagai tenaga profesi dalam bidang pendidikan yang dapat menjalankan tugasnya dalam membangun mutu pendidikan persekolahan.

SOAL dan JAWABAN

1. Berikan penjelasan alasan – alasan yang mendasari PGRI berupaya membangun sistem informasi dan komunikasi yang dinamis !
Jawaban :
Seperti halnya yang terdapat dalam visi PGRI yaitu untuk mewujudkan PGRI agar dicintai, disegani dan diakui oleh mitranya tentang keberdayaan dalam masyarakat luah sehingga tidak banyak konflik di dalamnya sesui dengan dinamika perkembanganya.
2. Berilah penjelasan kaitkan jati diri PGRI dengan tugas guru !
Jawaban :
Jati diri dengan tugas guru sangatlah erat kaitannya, sebagai calon guru, guru dan tenaga kependidikan, sangat perlu mengetahui dan memahami jati diri PGRI, karena jati diri PGRI merupakan perwujudan dari sifat – sifat khas PGRI yang tampak dalam nilai – nilai, pola pikir, sikap, perbuatan dan profesionalisme seorang guru. Sama – sama berusaha dan bertanggung jawab untuk melestarikan dan mensukseskan cita – cita proklamasi kemerdekaan yang mana hal tersebut akan terus dapat aktif memberikan konstibusi pada peningkatan profesionalisme guru sebagai pendidik atau pembimbing yang menentukan peningkatan kualitas pendidikan nasional.
3. Salah satu tugas dan fungsi PGRI adalah memperkuat kedudukan, wibawa dan martabat guru serta kesetiakawanan organisasi. Beri penjelasan dengan mengaitkannya dengan jati diri PGRI !
Jawaban :
Tugas PGRI memperkuat kedudukan, wibawa dan martabat seorang guru serta kesetiakawanan dalam organisasi tidak lain adalah untuk menampilkan citra, sikap, semangat karakter keguruan yang mampu melesetariak nilai – nilai tugas sebagai profesi guru dalam bidang pendidikan, karena hanya gurulah yang dapat meningkatkan mutu pendidikan dan mewujudkan cita – cita bangsa.
4. Mempertinggi kesadaran, sikap kemampuan, mutu profesi guru serta meningkatkan kesejahteraan guru / anggota PGRI merupakan salah satu misi jati diri PGRI. Berilah penjelasan dengan mengaitkan dengan pembangunan nasional pendidikan !
Jawaban :
Mempertinggi kesadaran, sikap kemampuan, dan mutu profesi guru serta meningkatkan kesejahteraan guru / anggota PGRI adalah merupakan sikap dan perjuangan dan karakter organisasi keguruan yang mampu melestarikan nilai – nilai perjuangan sehingga mengisi dan memajukan pembangunan nasional khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dengan jalan memberikan pemikiran konsep – konsep yang menunjang pelaksanaan program kebijakan pemerintah, yang bertujuan untuk melestarikan negara kesatuan RI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 (Sifat Nasionalisme).


Daftar Pustaka

Musaheri. 2009. Diklat ke – PGRI – an STKIP PGRI Sumenep
Mu’arif. 2005. ”Wacana Pendidikan Kritis : Menelanjangi Problematika
Meretas Masa Depan Pendidikan Kita”. Yogyakarta : IRCiSoD
Sidi, Indrajati. 2000. ”Menuju Masyarakat Belajar”. Yogyakarta :
Balai Pustaka
Freire Paula. 2002. ”Pendidikan Sebagai Proses”. Yogyakarta :
Pusat Pelajar
Sudjana, Nara. 1989. “Dasar – dasar Proses Belajar – Mengajar”. Bandung :
Sinar Baru

BAB IV
DINAMIKA PGRI PADA MASA REFORMASI

Era reformasi merupakan suatu kurun waktu yang ditandai dengan bebagai perubahan untuk membentuk suatu keseluruhan tatanan baru yang lebih baik. Era Reformasi ditandai dengan runtuhnya sebuah Resim orde baru yang otoriter. Dengan sifat otoriter tersebut, maka sistem pemerintahannya sentralistik, termasuk juga dalam bidang pendidikan yang sangat memusat. Setelah orde baru tumbang maka perubahan menjadi pilihan pembangunan bangsa dan perubahan itulah yang dikenal Era Reformasi. Perubahan dalam era reformasi dilakukan secara konsepsional dan konstitusional dengan strategi program yang lebih efektif dalam suasana madani.
Mengawali kiprah yang ditandai dengan adanya perubahan orde baru senantiasa mewarnai iklim di tubuh PGRI. Pergantian orde dari orde baru menuju orde lama terus berjalan ke era reformasi. Maka tibul kecendrungan organisasi PGRI mengalami perunahan organisasi yang harus mampu beradaptasi dan mewujudkan dirinya sebagai organisasi yang senantiasa belajar sebagai organisasi yang secara berkelanjutan melakukan transformasi diri secara lebih baik.
Perjuangan PGRI pada masa reformasi ini meliputi bidang keorganisasian, kesejahteraan, ketenagakerjaan, perundang-undangan, reformasi pendidikan nasional serta kemitraan nasional dan internasional. Pada masa sekarang ini masih banyak pula pihak yang memandang PGRI hanya sebagai aspek tertentu yang sempit dalam bentuk serpihan-serpiuhan yang tidak terpadu sebagai akibat banyak berkembang perspsi atau pendapat-pendapat yang kurang baik terhadap PGRI.
Dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan pendidikan nasional,PB PGRI ikut serta berperan secara aktif dengan memberikan masukan pada pemerintah agar berbagai agenda reformasi yang sedang dan akan dilaksanakan dapat terwujud dengan .salah satu komponen yang sering di jadikan sasaran penyebab menurunnya mutu pendidikan yaitu kurikulum.kritikan yang cukup tajam terhadap kurikulum tersebut antara lain materinya terlalu padat,tidak sesuai dengan kebutuhan bahkan merepotkan guru dalam menjalankan aktivitasnya dalam bidang akademik.
Pada era reformasi,ditubuh PGRI juga mengalami perubahan yakni dengan melakukan penyesuaian AD/ART organisasi dan sesuai dengan tantangan dan tuntutan reformasi yang ditandai dengan kongres XVIII di Bandung.selain itu perubahan sebagai organisasi yang mampu beradap tasi dan mewujudkan dirinya sebagai “Organisasi Pembelajar”.
Upaya reformasi pendidikan pada sistem nasional hanya akan terwujud apabila guru mendapat tempat yang sentral dan menjadi prioritas utama.sehubungan dengan hal tersebut,PGRI menekankan agar masalah guru pada era reformasi dalam pendidikan Nasional PGRI diharapkan mendapat perhatian dan prioritas utama mengingat peranan guru yang fundamental.sebab dengan demikian perbaikan dalam dunia pendidikan akan terwujud.Namun jika tidak terpenuhi,maka keberadaan dunia pendidikan tidak akan pernah menjadi baik dan sangat sulit untuk teratasi.
Itulah sekilas gambaran tentang kiprah PGRI dan dinamikanya sampai pada era reformasi.meski tidak bisa di deskripsikan secara utuh,namun paling tidak,hal tersebut bisa memberikan suatu kontribusi atau pemahaman.sebab saat ini keberadaan guru memang masih memperihatinkan yang imbasnya pendidikan juga sudah mulai menurun.Maka pada masa yang seperti ini kontribusi pemikiran,kajian dan diskusi tentang persoalan pendidikan,termasuk juga masalah-masalah PGRI sebagai organisasi guru dalam rangka mencari solusi yang lebih baik bagi masa depan pendidikan bangsa.

SOAL dan JAWABAN

1. Persatuan guru telah ada sebelum Indonesia merdeka dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda ( PHGB ). Berikan penjelasam nilai-nilai positif sekaligus nilai negative PGHB dalam memajukan guru.
Jawab:
¬ Nilai-nilai PGHB dalam memajukan guru diantara adalah
• Dengan sifat PGRI yang unitaristik, maka memungkinkan setiap elemen boleh menjadi anggota PGHB mulai dari guru Bantu sampai pemilik sekolah tanpa memandang strata dan jenjang pendidikannya.
• Memperjuangkan nasib para guru dapat terakomodir.
• Dengan adanya PGHB keinginan para guru dapat terakomodir.
• Mempererat tali persaudaraan antar guru
• Serta guru lebih mudah dalam memperjuangkan hak-haknya
¬ Nilai-nilai negatif PGHB
• Kondisi nilai sosial dan politik saat itu mempersulit terciptanya kesatuam bahasa dalam perjuangan guru
• Memicu adanya perpecahan di kalangan guru
• Martabat guru menjadi turun dan tidak kompak dalam memperjuangkan statusnya.
2. PGRI berdiri beberapa bulan setelah Indonesia merdeka. Berikan penjelasan dasar motivasi berdirinya PGRI serta jelaskan pula tujuan yang ingin dicapai saat PGRI baru didirikan.
Jawab :
Dasar motivasi verdirinya PGRI dengan semangat proklamasi yang menjiwai penyelenggaraan Kongres Pendidikan Bangsa pada tanggal 24-25 November dari Kongres ini lahirlah Persatuan Guru Republik Indonesia yang merupakan persatuan dan kesatuan segenap guru di seluruh Indonesia
Tujuan :
1. Mempertahankan dan menyempurnakan RI
2. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan
3. Membela nasib buruh, umumnya guru pada khususnya.
4. Serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia.
5. Sebagai wahan dalam upaya meningkatkan perjuangan untuk perbaikan nasib anggotanya, menata, mempertahankan, dan meningkatkan citra PGRI
6. Memberikan poko-poko program yang akan dijadikan landasan kegiatan organisasi yang operasionalisasinya.
7. Mendapatkan pemahaman mengenai konsepsi dasar PGRI
8. Mengetahui dan memahami sejarah PGRI sepanjang masa.
9. Membangun kesamaan pandangan, mengemban misi dan melaksanakan strategi program PGRI
10. Mewujudkan PGRI sebagai organisasi perjuangan, profesi, dan ketenagakerjaan bagi para guru.
11. Menciptakan PGRI yang fungsional terhadap tuntutan perubahan dan dapat menjawab tantangan.
3. PGRI dalam perjalanan sejarahnya seringkali terpengaruh dengan situasi politik. Berilah penjelasan politik PGRI saat demokrasi terpimpin.
Jawab :
Politik PGRI saat demokrasi terpimpin pada kongres IX PGRI di Surabaya bulan Oktober atau Nopember 1959 Soebandhi dkk melancarkan politik adu domba. Kongres X Bung Karno, Jakarta tahun 1962, Soebandhi dkk melancarkan usaha keji dengan mengedarkan selebaran unruk memfitnah M.E Subiandinata. Setelah tejadi perpecahan dalam tubuh PGRI melainkan ambisi politik dari luar dengan “ mactsaanwending “ ( pembentukan kekuatan dan paenggunaaan kekuatan ) idenditas PGRI bersifat unitaristik, independent, dan non partai politik bukan persatuan yang terjalin melainkan atau sebaliknya adanya hak-hak sentral yang merupakan martel partai politik dalam praktek dekrit pada usaha PGRI untuk melawan PGRI Non-Vaksentral/PKI salah arah sehingga tercipta Nasakom serta diktatior yaitu politik adalah panglima, adnya politik Nasakom serta untuk menghancurkan wibawa pemerintah PKI melontarkan isu dengan setan desa, kapitalis bikorat, Nekolim.
4. PGRI pada masa orde baru mengikatkan diri pada partai Golkar. Berilah penjelasan segi positif dan negative dengan PGRI melibatkan diri pada politik praktis.
Jawab :
• Segi positif dengan PGRI melibatkan diri pada politik praktis :
¬ Menyatukan semua guru di dalam suatu wadah organisasi guru yaitu PGRI
¬ Memperjuangkan agar PGRI menjadi organisasi guru yang tidak banyak bersifat Unitaristik, tetapi juga bersifat Independent dan non partai politik
¬ Membersihkan dunia pendidikan Indonesia dari unsr-unsur PKI
• Segi negatif dengan PGRI melibatkan diri pada politik praktis :
¬ PGRI dianggap terlalu dekat dengan TNI angkatan darat sehingga muncul serangan-serangan yang berupa tulisan
¬ PGRI dianggap berafilisasi dengan salah satu kelompok sehingga orang yang merasa diluar kelompoknya enggan untuk masuk.

Daftar Pustaka

Musaheri. 2009. Diklat ke-PGRI-an STKIP PGRI Sumenep
Mu’arif. 2005. “Wacana pendidikan kritis : Menjelang Problematika Meretas Masa Depan Pendidikan Kita”. Yogyakarta: IRCiSoD
Surya, Mohammad. 2003. “PGRI pada Era Reformasi dalam Perjalanan PGRI (1945-2003) Menyongsong Kongres XIX PGRI di Semarang.
 Direktorat. 2001 Status Guru. Jakarta : Direktorat Tenaga Kependidikan Dirjen Pendidikan Menengah Depdiknas Bekerja sama dengan PB PGRI.

Bab V
PGRI BERJUANG MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU

Sebagai organisasi perjuangan, PGRI merupakan perwujudan wadah bag para guru untuk selalu berjuang dan terus berjuang dalam memperoleh, mempertahankan, meningkatkan dan membela hak asasi guru. Baik sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga Negara maupun pemangku profesi keguruan. Lewat wadah inilah, salah satunya PGRI untuk mewujudkan profesionalisme guru (Musaheri. 2009)
Perlu kita ketahui apa sebenarnya makna dari “Guru Profesional”?. Karakteristik guru profesional dapat diidentifikasikan melalui beberapa suatu pandangan, yaitu :
Dari sudut pandang siswa, guru profesional adalah guru yang berkualitas yang memiliki penampilan sedemikian rupa sebagai sumber motivasi belajar yang menyenangkan.
Dari sudut orang tua siswa, guru profesional adalah pirbadi yang diharapkan dapat menjadi mitra bagi peserta didik yang dititipkan untuk dididik, orang tua berharap agar guru dapat menggatikan peran orang tua di sekolah hingga dapat melengkapi, menambah, memperbaiki pola-pola pendidikan didalam keluarga.
Dari sudut pandang pemerintah, guru profesional adalah guru yang mampu melaksanakan tugasnya secara profesional sebagai wakil pemerintah dalam menyiapkan warga negara untuk meningkatkan kualitas bangsa di masa depan.
Dari sudur pandang masyarakat luas, pada hakikatnya guru profesional adalah wakil masyarakat dilembaga pendidikan yang diharapkan mampu mempersiapkan anggota masyarakat dalam menempuh kehidupan sebaik-baiknya.
Dari sudut pandang budaya, guru memiliki peran dalam proses mewariskan budaya dan pelestarian nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi berikutnya, (Surya, 1999).
Profesi guru pada saat ini masih banyak diperbincangkan oleh khalayak masyarakat, baik dari kalangan pakar pendidikan ataupun diluar lembaga pendidikan. Bahwa selama terakhir ini, hampir setiap hari, media massa khususnya pada media cetak baik harian maupun mingguan memuat berita tentang guru. Sebetulnya berbagai permasalahan yang terjadi tidak seharunya guru yang dijadikan sebagai kambing hitamnya akan tetapi masyarakat harus mampu memandang lebih luas akan persoalan yang terjadi.
Dengan meningkatkan dedikasi, loyalitas dan profesionalisme guru, akan memiliki dampak positif terhadap kinerja dan prestasi guru pada akhirnya juga akan berdampak pada peningkatan kualitas sebagai kontribusinya dalam kegiatan pembangunan bangsa. Prestasi kerja guru ini sangat penting karena merupakan wujud dari harkat dan martabat guru yang mulia dalam mengabdi kepada kemanusiaan dan kesetiaan pada bangsa dan negara.
Untuk dijadikan guru sebagai profesi yang profesional memang tidak mudah untuk diimplemasikan, namum setidaknya karakteristik untuk mejadi guru yang profesional, telah memberi gambaran yang jelas mengenai guru yang profesional. Selain itu ada lima kriteria yang harus dimiliki oleh seorang guru yang profesional agar dikatakan efektif. Pertama, karakter guru harus hangat, penuh kasih sayang dan penuh perhatian. Kedua, menguasai materi dan metode pembelajaran. Ketiga, mempunyai visi dan misi yang jelas tentang pendidikan. Keempat, kreatif dalam memadu dan menata kurikulum dengan masyarakat lingkungan. Kelima, kritis dalam memadu dan menata kurikulum sains dan teknologi, sosial, ekonomi, budaya, imtaq dan mampu mengimplemasikan dalam peengajaran.
Perjuangan PGRI dengan meningkatkan profesionalisme guru diharapkan dapat memberi manfaat, dirasakan dan dibutuhkan keberadaannya bagi segenap anggota PGRI perjuangan PGRI supaya sukses mewujudkan harapan-harapan segenap tenaga pendidikan, terutama guru sebagai petugas terdepan pendidikan.
Dari sinilah sebenarnya gambaran guru profesional yang berfikir masa depan orientasi pada pengembangan daya kreatif perserta didik dalam mewujudkan idealisme ditengah perkembangan ilmu pengetahuan.
Dalam proses tersebut PGRI-lah sebagai salah satu organisasi guru yang tepat untu menjadi media dalam melakukan proses dibidang pendidikan. Sebab peningkatan profesionalisme guru juga merupakan cita-cita luhur yang juga diperjuangkan oleh PGRI. Melalui program dan aktivitas yang telah diorganisir dengan rapi PGRI menjadi salah satu organisasi yang tepat mengawal guru-guru profesional. Sederhananya PGRI merupakan organisasi yang berjuang dalam meningkatkan profesionalisme guru. Jadi, guru yang profesionalisme adalah dambaan semua bangsa tertentu dalam meningkatkan kreativitas dan keterampilan siswa. Sehingga guru masa kini yang menjadi sorotan tajam dapat dengan terealisasinya guru yang mempunyai akuntabilitas terhadap anak didiknya. Serta dalam merealisasikan pencapaiannya anggara pendidikan untuk memenuhi hak dan kewajiban guru sehingga tenaga profesional.


SOAL dan JAWABAN

1. Perjuangan PGRI tidak pernah berakhir. Berilah penjelasan tentang makna kalimat tersebut !
Jawaban :
Perjuangan PGRI tidak pernah berakhir adalah merupakan kata kunci sebuah kesuksesan dalam upaya melakukan perbaikan dunia pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan perbaikan nasib guru, meningkatkan profesionalisme guru, meningkatkan kesejahteraan guru dan mengangkat harkat martabat guru dalam memperjuangkan PGRI karena PGRI sebagai organisasi dari segenap tenaga pendidikan, sampai saat ini masih dihadapkan pada persoalan – persoalan atau sejumlah tantangan, kebutuhan dengan segala potensi, kendala-kedala yang terjadi dalam masyarakat disertai kekurangan yang dimiliki PGRI, sehingga PGRI senantiasa dituntut terus berjuang dan berjuang terus guna terwujudnya peningkatan profesionalisme guru yang dikatakan sebagai ujung tombak perjuangan disertai kesejahteraan guru yang memadai sebagai pilar penguat untuk membentuk jati diri sebagai seorang guru.
2. Perjuangan PGRI akan sukses bila sesuai dengan prinsip perjuangannya dan didukung dengan strategi yang tepat. Berilah penjelasan mengapa demikian !
Jawaban :
Dalam memperjuangkan PGRI, PGRI harus memiliki kemurnian perjuangan, mengutamakan kepentingan organisasi dan kepentingan anggota sejalan dengan aspirasi, mengedepankan nilai – nilai solidaritas, setia kawan, kekompakan, keharmonisan, melakukan sharing secara sinergis serta mengedepankan nilai-nilai profesionalitas. Apabila PGRI dan anggota PGRI melakukan perjuangan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip dan startegi yang tepat PGRI maka perjuangan tidak akan sukses. Untuk itu harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip perjuangan dan dilakukan strategi yang tepat agar segala perjuangan yang dilakukan oleh segenap pengurus PGRI serta anggota PGRI dapat berhasil dalam memperjuangakan PGRI dan sukses dalam mewujudkan harapan-harapan segenap tenaga pendidikan, terutama guru sebagai petugas pendidikan.
3. PGRI dalam melakukan perjuangan harus sesuwai dengan tantangan dan tantangan zamannya, serta mengetahui kekuatan yang dimiliki PGRI. Berilah penjelasan tentang hal yang di maksud !
Jawaban :
PGRI sebagai Organisasi guru dan tenaga kependidikan yang masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, kebutuhan dengan segala potensi dan kekurangan yang dimiliki PGRI, dalam menghadapi tantangan yag semakin kompleks, perjuangan PGRI disesuaikan dengan panggilan zamannya yaitu dengan melakuka konsolidasi internal, agar dapat memenuhi tuntutan arus perubahan dan mampu menjawab tantangan yang dihadapi guru sebagai tenaga inti atau petugas terdepan pendidikan.

Daftar Pustaka

Musaheri. 2009. Diklat ke – PGRI – an STKIP PGRI Sumenep
Freire Paulo. 2002. ”Pendidikan sebagai Proses”. Yogyakarta : Pusat Pelajar
 Trianto. 2005. “profesionalisme guru masa depan dalam Rangka Implementasi pemberlakuan Kurikulum Berbasis Kompetensi”. MPA : Surabaya
Langgulung, Hasan. 1991. “Kreativasi dan pendidikan”. Jakarta : Balai pustaka
Kadir, Abd. 2004. “Mencari format ideal Pendidikan masa Depan”. Dalam AL- anwar edisi XVII.

BAB VI
HAK DAN KEWAJIBAN GURU PERLU SEIMBANG DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU

Tanggung jawab PGRI organi profesi adalah ikut serta secara aktif dan konstruktif dalam melaksanakan tugas keprofesionalan guru sebagai anggota terdepan PGRI yang dapat memahami dan memperjuangkan hak-hak guru sebagai yang diamanatkan peraturan pemerintah Nomor 74 Tahun 2004 tentang guru.
Jika kita memperhatikan Visi dan Misi kehidupan yang ingin dibangun bersama masa datang seperti digambarkan dalam kondisi remaja seperti sekarang, maka jelas bahwa fungsi pada masa dekarang dan masa yang akan datang adalah mengisi ruang-ruang kosong yang menjadi jarak antara realitas empiris dengan yang diidealkan sebagai guru bisa berperan aktif dalam meningkatkan kompetisi karier , wawasan, perlindungan, kesejahteraan dan pengabdian penuh kepada masyarakat sebagai mana guru bisa mengubah segala sikap kelemahan atau kekurangan seperti yang dimiliki remeja-remaja saat ini untuk menjadi sebuah kekuatan pada masa yang akan datang Disinilah tugas berat yang harus diemban oleh seorang guru agar mereka tidak kehilangan kesempatan untuk berperan penuh terhadap sgala penentuan kebijakan pendidikan.
Dalam melaksanakan keprofesinalannya dalam bidang pendidikan guru berhak mendapatkan promosi sesuwai dengan tugas dan kerja, misalnya guru ikut serta dalm menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan sesuwai dengan peraturan perundang-undagan. Guru memiliki kebebasan penghargaan kepada peserta didiknya terkait dengan prestasi yang dimilikinya. Guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya bagi yang melanggar pereturan-peraturan yamg telah ditentukan dalam proses pembelajaran yang berada dibawah kewenangan satuan pendidikan guru juga berhak mendapat perlindungan penuh dalam melaksanakan tugas-tugasnya dari satuan pendidikan sesuwai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Di satu sisi, selain mendapatkan hak-hak penuh guru menanamkan kesederhanaan, kejujuran, keterbukaan dan konsisten. Disatu sisi guru mengajarkan berpotensi secara sehat, mengajarkan profesionalisme untuk menjadi guru yang benar-benar diandalkan oleh masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar hak-hak yang dimiliki dapat diselaraskan dengan tugas-tugasnya, sehingga antara hak dan kewajiban guru dapat seimbang dan profesionalisme guru dapat diemban untuk meningkatkan mutu dan kwalitas pendidikan.
Sebagai organisasi profesi, juga dapat dikatakan bahwa fungsi guru untuk mengajarkan kebenaran dan kejujuran sangat penting.Rasanya sangat sulit untuk menumbuhkan kepercayaan diri yang sangat tinggi dan profesionalisme kepada remaja saat ini. Sedangkan mereka tidak menghargai kebenaran, kejujuran, kepercayaan diri dan profesionalisme guru.
Demikian pula kebebasan akn menjadi landasan profesionalitas, profesionalitas tidak mungkin tercapai bila seseorang tidak menjujung tinggi kebenaran. Untuk memperoleh kepercayaan yang tinggi, remaja tidak cukup hanya dengan diberikan nasihat, tapi yang lebih utama adal h memberikan peluang besar bagi remaja untuk bermotifasi atau mengekspresikan potensinya, sebab melalui ekspresi potensi itulah remaja dapat memberi kepercayaan diri yang tinggi, Sedangkan sikap profesional dapat tumbuh melalui suatu proses latihan yang memerlukan waktu panjang. Profesionslisme itu bukan hanya dimaknai sempit ” dibayar tinggi ”, tapi lebih dari itu, menguru pada penyelesaian tanggung jawab penuh secara sungguh-sungguh tanpa ada control atau unsur paksaan dari luar.
Guru juga dituntut kemampuannya untuk menjelaskan karaktistik perkembangan daerah yang berbeda-beda, yang akan menimbulkan masalah ketidak adilan yang cukup menonjol. Hak itu penting terutama hak yang dimiliki seorang guru, karena dapat mendorong munculnya konflik yang termanifestasikan.
Menyadari begitu beratya tantangan kedepan yang harus dihadapi oleh para guru, terutama dalam mempersiapkan remaja dan peserta didik yang terlahir cerdas, berkualitas, dapat diandalkan oleh masyarakat, sebagai calon guru hendaknya lebih memperhatikan tugas dan tanggung jawabnya agar selalu seimbang dengan hak-hak yang telah ditentukan sebagaimana mestinya. Karena dengan begitu kesejahteraan dan profesionalisme guru dapat terpenuhi bersama, baik kepada peserta didik, para guru, masyarakat depan bangsa.


SOAL dan JAWABAN

1. Profesionalisme guru selalu berkembang sesuwai dengan kemajuan iptek dan tuntutan pemerintah. Berilah penjelasan apa dan bagaimana kiprah PGRI dengan perkembangan profesionalisme guru !
Jawaban :
PGRI sebagai organisasi profesi yang mengabdi dibidang pendidikan dan menata pendidikan melalui penangganan guru secara profesional seiring dengan bekembangannya profesionalisme guru, PGRI disini berkiprah membina serta mengembangkan sikap, perilaku serta keahlian dan memberikan perhatian yang lebih serius terhadap keberadaan guru dengan lebih meningkatkan kompetensi profesi guru agar para guru mampu melakukan tugasnya dengan baik, bertanggung jawab dalam memajukan profesi guru, karier profesi guru dan profesionalisme guru yang dapat melaksanakan kewajibannya.
2. Profesionalisme guru membutuhkan kerja sama sinergis dengan segenap pemangku kepentingan . Berilah penjelasan apa dan bagaimana kiprahPGRI dalam bekerja sama dengan pemerintah dalam meningkatkan profesionalisme guru !
Jawaban :
Seganap pengurus anggota PGRI dalam melakukan tugasnya sebagai guru yang profesionalisme harus mengedepankan nilai-nilai solidaritas, kekompakan dan keharmonisan dalam bekerja sama sekaligus melakukan sharing secara sinergis dengan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah , Sebagai organisasi profesi kepada pemerintah PGRI berkiprah melaksanakan pengabdian kepada pemerintah dan masyarakat dengan berpijak pada kerangka sistem pendidikan nasional yang berfokus dalam memperjuangkan harkat dan martabat guru, serta memecahkan persoalan-persoalan pendidikan dan meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan nasional .
3. Sertifikasi guru merupakan wujut penilaian kinerja guru dan bagi yang memenuhi standar diberi penghargaan sebagai petugas profesi pendidikan. Apa dan bagaimana peran PGRI dalam menyukseskan pelaksanaan sertifikasi guru ?
Jawaban :
Sertifikasi guru merupakan wujud penilaian kinerja guru dan merupakan pengakuan atas kedudukan guru sebagai teanaga profesional. Para anggota PGRI ikut serta berperan dalam menggembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensinya serta bertanggung jawab untuk meningkatkan penghargaan dan memaksimalkan fungsi dan peran strategis guru dalam memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi.
4. Setujukah anda bahwa profesionalisme tak akan berhasil tanpa kesejahteraan. Jelaskan hubungan profesionalisme dengan kesejahteraan guru !
Jawaban :
Setuju, karena hubungan profesionalisme dengan kesejahteraan guru dibidang pendidikan sama-sama bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. Dengan meningkatkan kesejahteraan guru dalam profesionalisme guru dapat menjaga, memelihara membela serta meningkatkan harkat martabat guru dan kependidikan semakin sukses dan berkembang.


Daftar Pustaka

Musaheri . 2009 . Diklat ke PGRI-an . STKIP PGRI Sumenep .
 Trianto . 2005 . ”Profesionalisme guru masa depan dalam Rangka Implementasi pemberlakuan kurikulum Berbasis Kompetensi “. MPA : Surabaya .
Usman . 2005 . Peningkatan kualifikasi guru sebagai sebuah keharusan ”.MPA : Surabaya.
Kadir ,Abd . 2004 . ” Mencari format ideal Pendidikan masa depan ” dalam AL-Anwar Edisi I XXII .

BAB VII
PGRI SEBAGAI SERIKAT PEKERJA DAPAT MEMPERCEPAT KESEJAHTERAAN ANGGOTA

PGRI merupakan organisasi serikat pekerja. Dengan menempatkan diri sebagai organisasi ketenagakerjaan, PGRI harus tunduk dan menyesuaikan diri dengan ketentuan perundangan ketenagakerjaan serta mengambil kiprah yang lebih besar dalam serikat pekerja.
Selain berkiprah dalam meningkatkan mutu pendidikan, pemberdayaan terhadap masyarakat PGRI juga tidak pernah ketinggalan untuk memperdayakan anggotanya, begiti juga dengan kesejahteraan anggotanya.
Seperti yang telah tertulis diatas, PGRI menempatkan dirinya sebagai serikat pekerja maksudnya adalah susunan dan aturan dari berbagai aturan dari berbagai bagian sehingga menjadi kesatuan yang teratur yang pembentukannya dari, oleh dan untuk pekerja dan bertanggung jawab dalam menyeimbangkan antara hak dan kewajiban dalam mjeningkatkan dan memperjuangkan pekerja dan keluarganya. Untuk itu dalam hal tersebut PGRI harus mampu beradaptasi sengan organisasi pekerja menjadi trade union (teacher’s union) yang berjuang melindungi dan meningkatkan kesejahteraam amggotanya.
Sesuai dengan visi dan misi sekaligus jati diri yang dimiliki PGRI sebagai profesi perjuangan dan ketenagakerjaan, PGRI harus memperjuangkan kualitas profesi guru dalam pendidikan yang mana pengertian guru akan meningkat dalam rangka kualitas pendidikan yaitu dengan guru haruslah memperoleh kesejahteraan dimana hak-hak guru harus terpenuhi sehingga guru dapat mengembangkan hak dan kewajibannya yang selaras.
Dengan masuknya PGRI dalam serikat pekerja, PGRI harus berjuang keras untuk mempercepat kesejahteraan anggota PGR, karena untuk memperoleh kesejahteraan tidaklah mudah. Salah satu cara untuk mendapatkan kesejahteraan yaitu dengan melalui sebuah perjuangan. Misalnya, bergabungnya PGRI kepada serikat pekerja, PGRIU berjuang menyelesaikan tugas-tugasnya dengan lebih baik dalam mendidik peserta didik serta memajukan pendidikan yang berkualitas di Indonesia. Langkah-langkah yang diambil dengan mengadakan kerjasama dengan luar negeri seprti Edcation International (EI), ILO, UNISCO dan mencari mitra diluar negeri sebanyamungkin dengan cara mengadakan penyelenggaraan seminar dan pelatihan-pelatihan sebagai bentuk sosialisasi tentang serikat pekerja.
Di sisi lain dengan masuknya PGRI dalam serikat pekerja, maka akan lebih memungkinkan bagi PGRI untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Hal ini sejalan dengan prinip-prinsip serikat pekerja yang menuntut demokrasi permanent, dan berkesinambungan, sukarela, meningkatkan kondisi kerja melaluyi prosedur perlindungan bersama untuk mencapai kondisi kehidupan yang lebih baik.
Kesejahteraan guru, atau guru dikatakan sejahtera apabila hak-hak guru terpenuhi dan segala kebutuhan minimal pendidikan juga dapat terpenuhi. Dimana, kesejahteraan guru dapat melindungi anggotanya, meningkatkan kondisi kerja guru, meningkatkan kondisi kehidupan menjalin dan menjaga hubungan atau solidaritas dengan berbagai pihak mengembangkan anggota serta melengkapi keanggotaan organisasi sehinnga menjadi makmur, tentram, dan sejahtera.
Namun PGRI tidak harus mengubah sifat-sifat dan prinsip-prinsipnya terhadap organisasi serikat pekerja, sebab sifat dan prinsip tersebut tidak bertentangan bahkan antara PGRI dengan serikat pekerja. Keduanya saling membangun dan melengkapi antar anggota organisasi. Sehingga sangatlah cocok kedua organisasi tersebut bekerja sama dalam membangun tatanan dunia yang lebih baik sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya.
Dalam bergabungnya atau bekerjasamanya PGRI dengan organisasi serikat pekerja yaitu dapat saling membantu dan saling mendapatkan keuntungan antara yang satu dengan yang lainnya karena dapat mengisi kekurangan-kekurangan yang ada di PGRI maupun di organisasi serikat pekerja. Sehinnga lebih mudah mencapai kesejahteraan setiap anggota baik anggota PGRI maupun di organisasi serikat kerja. Di situlah simosis mutualisme akan terjalin dan dengan seperti itu pula, kita akan lebih mudah mencapai yang diinginkan.

SOAL dan JAWABAN

1. Guru adalah pekerja dan hak-hak pekerja adalah hak-hak guru. Setujukah dengan pernyataan dimaksud, berilah penjelasan !
Jawaban :
Setuju, karena guru dan dosen sebagai pekerja menurut UU. NO. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan serikat pekerja adalah organisasi yang dibentuk oleh dan untuk pekerja / buruh baik diperusahaan maupun diluar perusahaan yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab guna untuk memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja / buruh dan meningkatkan kesejahteraan pekerja / buruh dan keluarganya.

2. PGRI masuk serikat pekerja, karena dangan masuknya PGRI sebagai serikat pekerja, berarti menguntunkan.Berilh penjelasan keuntungan PGRI sebagai serikat pekerja !
Jawaban :
Keuntungan PGRI, dengan masuknya PGRI sebagai serikat pekerja, berarti Organisasi harus dapat menyesuwaikan diri dan organisasi pekerja Trade Union (Treaher’s Union). Yaitu akan lebih memungkinkan bagi PGRI untuk meningkatkan anggotanya beserta keluarganya, lebih mudah memperjuangkan hak-hak anggota PGRI, sehingga melindungi dan meningkatkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya, meningkatkan kondisi kerja, kondisi kehidupan, menjalin dan menjaga hubungan dengan berbagai pihak, mengali dana, mengembankan anggota dan melengkapi keanggotaan organisasi yang sejalan dengan prinsip-prinsip serikat pekerja serta memperkuat serikat pekerja di Indonesia.

3. Dengan masuknya PGRI sebagai organisasi serikat pekerja akan memperkuat serikat pekerja di Indonesia. Berilah penjelasan, bahwa masuknya PGRI sebagai serikat pekerja akan memperkuat serikat pekerja di Indonesia.
Jawaban :
Dengan masuknya PGRI sebagai serikat pekerjaakan memperkuat serikat pekerja di Indonesia hah ini terkait dengan geraknya tantangan yang dihadapi serikat pekerja menurut PGRI untuk mengupayakan agar organisasi serikat pekerja menjadi kuat, disini PGRI tidak sendirian dalam menghadapi segala tantangan serikat pekerja. Dengan meminta bantuan kepada Induk organisasinya diluar negri, misalnya dengan meminta bantuan kepada Education International, KSPI, ILO, UNESCO dan UCFTU, diharapkan agar membantu memperjuangkan PGRI dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia dan telah banyak anggota PGRI yang terpilih menduduki jabatan dalam kepengurusan KSPI.

4. Setujukah saudara bahwa PGRI sebagai Organisasi buruh. Jika setuju dan atau tidak setuju berilah penjelasan !
Jawaban :
Tidak setuju, karena istilah ”seorang buruh” lebih rendah diucapkan daripada ”istilah seorang pekerja”. Seorang pekerja adalah suatu pekerjaan yang tingkatannya rendah bagi masyarakat,mungkin dalam kehidupan masyarakat seorang buruh adalah budak atau pesuruh saja, sedangkan lain halnya dengan kata-kata sanjungan ”guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”.pernyataan tersebut memang sangat berharga dalam menghargai Harkat dan Martabat seorang guru.setidaknya seorang guru layak untuk dihargai kesetiaan dan prestasinya, mungkin ini lebih baik dari istilah ”buruh” apalagi dalam memajukan pendidikan Nasional kareana tugas yang diemban seorang guru lebih mulia daripada seorang buruh, PGRI berjuang demi kesejahteraan anggota dan keluarga layaknya buruh, namun dibalik itu juga PGRI berperan aktif mencerdaskan kehidupan dan meningkatkan mutu pendidikan.

Daftar Pustaka

Musaheri. 2009. Diklat KE – PGRI –an STKIP PGRI Sumenep.
Rindo rindo, Wdf. 2003. ”Serikat pekerja dan PGRI Selayang Pandang”. Kongres XIX PGRI di Semarang.
Usman. 2005. ”Peningkatan Kualitas Guru Sebagai Sebuah Keharusan”. MPA Surabaya.
PD TK II Jawa Timur.2000. ”Sejarah Perjuangn dan Jati Diri PGRI”. Surabaya :yayasan pembina Lembaga PGRI Profensi Jatim.

BAB VIII
JATI DIRI PGRI MENJAWAB TANTANGAN MASA DEPAN

Pada masa mendatang, PGRI harus terus mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan zamannya,yaitu sesuai dengan dinamika perubahan-perubahan yang dalam masyarakat ,disini PGRI harus memberikan jawaban terhadap masalah-masalah yang muncul, mampu menyikapi tantangan yang menhadang dan memberikan kontribusi terhadap tuntutan dan pemenuhan kebutuhan yang dihadapi bangsa khususnya yang terkait dengan dunia pendidikan.
PGRI sebagai organisasi profesi dan bertenaga kerjaan memiliki jati diri. Jati diri menjadi tanggung jawab untuk terus dipelihara dan dijaga ditenggah perubahan yang terus berlangsung. Jati diri pada hakikatnya adalah landasan filosofis yang menjadi norma dalam pola pikir, sikap, perbuatan dan tindakan yang bersifat mengikat dan ditaati oleh para anggotanya, sesuwai dengan semangat kelahirannya jati diri PGRI disini adalah Orgnisasi perjuangan, Organisasi profesi dan organisasi ketenaga kerjaan yang mewadahi kaum guru di seluruh indonesia dalam upaya mewujutkan hak-hak asasinya sebagai pribadi, warga negara, dan pengembangan profesi.
Dalam menghadapi era reformasi dalam menyongsong dan menjawab tantangan masa depan, PGRI harus memiliki paradigma baru yang paham menyikapi tantangan, memiliki jati diri yang kuat, memiliki keterbukaan yang kuat membangun dan mengelola tatanan Organisasi serta membangun hubungan kemitraan Internasional.
Sebagai warga Negara, para anggota PGRI berupaya turut memperjuangkan tetap lestarinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, berperan serta dalam pembangunan nasional, serta ikut mewujudkan pendidikan nasional.
Perlu kita ketahui, bahwa dalam catatansejarahnya PGRI dilahirkan tanggal 25 November 1945. adapun sasaran yang ingin dicapai PGRI adalah mempertahankan Republik Indonesia, meningkatkan pendidikan berdasarkan prinsip kerakyatan dan memberla hak dan nasib buruh terutama bagi guru, dalam perjalanannya untuk menghadapi era reformasi menyongsong masa depan, mana pada waktu itu PGRI berada dibawah naungan partai Golkar disitu PGRI harus memiliki paradigma baru yang paham menyikapi tantangan, harus memiliki jati diri yang kuat, mamiliki keterbukaan untuk membangun tata kelola Organisasi dan membangun hubungan Kemitraan Internasional.
Menyadari akan timbulnya akses negatif, dalam sebuah kongres PGRI melakukan perbaikan posisi atau jati dirnya, Pada kongres PGRI di semarang pada tahin 2003 dirumuskan bahwa jati diri PGRI adalah sebagai Organisasi Perjuangan, Ketenaga kerjaan dan Organisasi profesi yang bersifat uniteristik dan non politik proktis ( de wijaya, 2005 ).
Tetapi yang terjadi justru malah sebaliknya, beberapa PGRI yang ada dikabupaten atau kecamatan bukannya memperhatikan kesejahteraan guru, namun berusaha agar pendapatan guru dapat diakomodasikan di Organisasi.
Disisi lain, sejak berdirinya setengah abad yang lalu PGRI telah membuktikan dirinya sebagai Organisasi yang masih tetap lestari hingga kini dan tentunya untuk masa-masa yang akan datang. Dalam menghadapi tantangan pada era global,PGRI dituntut agar tetap konsisten terhadap jati dirinya yang bersumber pada visi masa depannya , yaitu “mewujudkan PGRI sebagai Organisasi dinnamis, mandiri dan berwibawa yang senantiasa dicintai oleh anggotanya, disegani oleh mitranya dan diakui keberadaannya oleh masyarakat luas “.
Karena Organisasi PGRI memiliki kualitas lebih dibanding Organisasi lainnya., dengan mengemban visi dan misinya, maka PGRI akan tampil dengan formance yang bisa teruji, karena memiliki sasaran dan program jerja yang jelas dan terukur.
Menurut Surya ( 2005 ) PGRI juga dapat berperan banyak dalam membenahi kinerja guru sehingga bisa menghasilkan sdn yang berkualitas baik dari sisi penguasaan ilmu, budaya kerja maupun sikap mental dan PGRI harus pula memberikan masukan,evaluasi, koreksi secara konsepsional-profesional kepada pemerintah dan masyarakat.
Sebagai Organisasi perjuangan PGRI merupakan wadah bagi para guru dalam memperoleh, mempertahankan, meningkatkan dan membela hak asasinya baik sebagai pribadi anggota masyarakat, warga negara maupun pemangku profesi keguruan. PGRI juga sebagai organisasi profesi yang berfungsi sebagai wadah kebersamaan dan rasa kesejawatan para anggota dalam mewujutkan keberadaannya di lingkungan masyarakat serta memperjuangkan segala ispirasi dan kepetingannya sebagai suatu profesi.
Dengan demikian kinerja guru profesional masa depan akan tercermin dalam pelaksanaan tugasnya yang dilandasi keahlian dalam materi maupun metode. Keahlian yang dimiliki guru profesional dapat diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang diprogramkan secara khusus dalam pendidikan, sosok guru yang profesional diwujutkan melalui tanggung jawab dalam melaksanakan keseluruhan pengabdiannya demi kemajuan mutu pendidikan masa depan.


SOAL dan JAWABAN

1. PGRI Sebagai organisasi yang terus berjalan akan dihadapkan pada tantangan . Berilah penjelasan bagaimana PGRI menjawab zamannya !
Jawaban :
Sesuai dengan dinamika dan perubahan-perubahan yang berlangsung dalam masyarakat PGRI harus memberikan jawaban terhadap masalah-masalah yang timbul, mampu menyikapi tantangan yang menghadang dan memberikan kontribusi terhadap tuntutan dan pemenuhan kebutuhan yang dihadapi bangsa khususnya yang berkaitan dengan dunia pendidikan selain itu PGRI juga melakukan konsolidasi internal, misalnya pada :
Tantangan global, semua orang ditantang untuk mampu beradaptasi secara dinamis untuk menjamin kelangsungan kehidupannya.
Tantangan nasional, PGRI dituntut untuk beradaptasi dengn melakukan reformasi secara dinamis dalam segi struktur, kultur, subtansi dan sdm sehingga Organisasi akan tetap lestari dan adaptif terhadap kondisi dan perkembangannya.
Tantangan Organisasi, PGRI harus mampu beradaptasi dan mewujutkan dirinya sebagai organisasi pembelajaran, Organisasi yang belajar secara berkesinambungan melakukan transformasi kearah yang lebih baik dalam pengelolaan pendidikan.
2. PGRI harus memiliki keterbukaan dalam menyikapi perkembangan yang terus berlangsung.
Jawaban :
Dalam menyikapi perkembangan yang terus berlangsung. PGRI membangun keterbukaan-keterbukaan :
a. Keterbukaan terhadap partisipasi. PGRI berpartisipasi pasti dengan melakukan reformasi secara dinamis, memberi kesempatan untuk beradaptasi secara pro-aktif dalam setiap pembahasan dan keputusan yang menyangkut kinerja organisasi, pengurus dan anggota PGRI harus siap melaksanakan dan dilibatkan mengenai berbagai kebijakan organisasi.
b. Keterbukaan terhadap perbedaan. Semua orang harus siap melaksanakan apakah suka atau tidak suka terhadap perbedaan pendapat dengan membuka seluas-luasnya adanya perbedaan perspektif tentang berbagai isu yang dihadapi, khususunya dalam pengembangan organisasi.
c. Keterbukaan terhadap konflik. Pada era repormasi, konflik bukan suatu yang harus dihindari sama sekali, melainkan harus diselesaikan secara terbuka dan transparan melalui cara-cara yang sehat.
d. Keterbukaan pandangan refleksi. Membuka kesempatan Individual untuk mengemukakan pikiran dan perasaan dari pihak lain menghargai pola pikir orang lain dalam upaya mencapai keputusan organisasi yang lebih baik.
3. PGRI, di era otonomi daerah, harus pula menunjukkan kiprahnya secara maksimal. Berilah penjelasan bagaimana kiprah PGRI di era otonomi pendidikan !
Jawaban :
Di era otonomi daerah,PGRI harus mengikuti dan menyikapi berbagai permasalahan dan tantangan sesuai dengan tuntutan otonoki daerah, harus mampu menjadi pelopor, teladan dalam mengembangkan jiwa, semangat dan nilai otonomi melalui kinerja organisasi serta melakukan adaptasi dakam aaspek struktur,kultur, subtansi dan sumber daya manusia.
4. PGRI di era globalisasi harus membangun kerja sama dengan masyarakat internasional
Bagaimana PGRI membangun kerja sama internasional sebagai respons terhadap perkembangan global ?
Jawaban :
PGRI harus pro-aktif dalam membangun kerja sama Internasional, selain membangun kemitraan dengan segenap pemangku kepentingan PGRI harus berkiprah lebih luas dengan membangun kemitraan Internasional khususnya dengan memperkuat Kemitraan dengan, Education International, sehingga PGRI dapat belajar banyak dari organisasi guru,dari banyak negara didunia dan dapat menstranformasikan keberadaan PGRI, ide dan gagasan PGRI untuk masyarakat dunia dalam membangun tatanan dunia baru yang lebih baik dam aspek Kehidupan.

DAFTAR PUSTAKA
. Musaheri. 2009. Diklat KE- PGRI –an STKIP PGRI Sumenep.
.Kadir. Abd. 2004. ”Mencari Format Ideal Pendidikan Masa Depan”. Dalam AL-anwar XVII.
.Usman. 2005. ”Peningkatan Kualitas Guru Sebagai Sebuah Keharusan”.MpA : Surabaya.
.Tilaar H.A.2002. :Perubahan Sosioal dan Pendidikan”. Jakarta : grasindo.
.Suryadi. Ace dan H.A.R. Tilaar. 1994. ”Analisis Kebijakan Pendidikan suatu Pengantar”. Bandung : Remaja Rosdakarya.R PUS

BAB IX
PROGRAM PGRI UNTUK PEMERATAAN PENDIDIKAN

Dalam rangka pemerataan pendidikan maka kebijakan yang ditempuh adalah pemerintah menanggung biaya minimum pendidikan yang dilakukan anak usia sekolah atau madrasah baik negeri maupun swasta yang diberikan secara individual kepada siswa.
Program besar yang muncul saat ini masih pada persoalan rendahnya mutu pendidikan . pendidikan yang diakui menjadi modal paling penting dalam membangun sebuah bangsa masih tidak bisa diandalkan sampai saat ini yang namanya mutu pendidikan kita masih jauh dari harapan belum lagi banyaknya angka putus sekolah dan banyaknya masyarakat yang memang tidak pernah mengenyam pendidikan.
Pemerataan juga dilakukan dengan memperdayakan sekolah-sekolah melalui bantuan dan subsidi dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, pengelolaan dan pembelajaran siswa serta optimalisasi daya tampung yang tersedia, Anggota PGRI memberikan perhatian khusus bagi anak-anak usia sekolah dan bagi keluarga miskin atau tidak mampu serta masyarakat terpencil, sehingga tidak ada suatu alasan bagi anak usia sekolah untuk tidak melanjutkan sekolahnya sesuwai dengan jenjang usia.
Pemerataan pendidikan sampai pelosok desa juga bisa berjalan dengan maksimal. Pemerintah dengan Program wajar diklat juga belum bisa terealisasi dengan sebagaimana mestinya. Hal inimasih dapat dilihat dari banyaknya angka putus sekolah, masih banyak masyarakat yang belum mengenyam pendidikan. Dan kebanyakan dari mereka problemanya sama, yakni persoalan biaya pendidikan yang masih sulit untuk bisa dijangkau, meski sekarang ada dana BOS tapi masih ada saja biaya-biaya lain yang sering dipunggut pihak sekolah, sehingga masyarakat miskin tetap tidak bisa mengenyam pendidikan yang menjadi haknya.
Inilah yang menjadi problema dikalangan masyarakat miskin dalam persoalan pendididkan yaitu, misalnya tidak terjangkaunya biaya pendidikan,belum lagi keluarnya dari lembaga pendidikan yang masih banyak tidak bisa berbuat apa-apa, mereka hanya bisa menjadi pelengkap derita dalam masyarakat, sehingga sampai saat ini yang namanya pemerataan pendidikan hanya sekedar menjadi omongan saja,Namun masyarakat tetap banyak yang belum kesampaian dengan hal tersebut.
Melihat persoalan tersebut sebenarnya merupakan tanggung jawab pemerintah yang paling besar untuk diatasinya, Namun ketika melihat pemerintah yang sekarang juga masih belum serius, maka sebenarnya ini harus ada kepedulian dari semua elemen.sebab memang harus disadari secara hakikat persoalan pendidikan juga menjadi persoalan semua masyarakat Indonesia.
PGRI sebagai wadah perjuangan,profesi, ketenaga kerjaan,juga sudah banyak hal yang dilakukan dalam upaya pemerataan pendidikan PGRI dengan segenap tenaga yang dinaunginya itu juga merupakan suatu bukti kongkrit peran sertanya dalam pemerataan pendidikan. Telah diketahui bersama ditiap daerah di Indonesia sudah banyak lembaga-lembaga pendidikan milik PGRI sendiri, mulai dari pendidikan dasar,menengah bahkan juga pendidikan tinggi,Ini menunjukkan bahwa PGRI juga membantu dalam pemerataan pendidikan.
Selain itu PGRI juga berperan dalam memberikan p[emahaman terhadap masyarakat, sebab persoalan pemerataan bukan persoalan semata-mata pada tersedianya lembaga pendidikan, misalnya PGRI juga berperan meningkatkan pemerataan pelayanan pendidikan yang mengarah pada pendidikan yang berkeadilan, upaya pemerataan mutu pendidikan dengan adany standar kompetensi, serta pemerataan pelayanan pendidikan bagi siswa pada semua lapisan masyarakat.
Disinilah PGRI sebagai Organisasi guru harus melakukan upaya dalam rangka membangun kesadaran bagi masyarakat karna sekarang masih banyak yang beranggapan bahwa pendidikan bukan hal yang penting bagi kehidupan. Asumsi ini lahir karena banyaknya orang yang berpendidikan masih menganggur atau mereka menganggap kebanyakan para alumi lembaga pendidikan dari mereka masih belum mampu untuk melakukan perubahan pada kehidupan masyarakat.
Sosialisasi pentingnya pendidikan menjadi hal yang seringkali dilakukan dalam rangka membangun kesadaran masyarakat.PGRI tidak banyak menghimpun guru, tapi juga menghimpun masyarakat untuk sadar akan pentingnya pendidikan.Dengan seperti itulah pemerataan pendidikan akan berjalan sesuwai dengan yang diinginkan atau apa yang kita harapkan, apa yang menjadi cita-cita luhur bangsa juga akan terpenuhi dengan sempurna.


SOAL dan JAWABAN

1. PGRI memiliki kekuatan. Berilah penjelasan bagaimana mengunakan kekuatan untuk meningkatkan mutu pendidikan !
Jawaban :
Dalam mengunakan kekuatan yang dimiliki PGRI, baik secara kuantitatif yang mencakup geografis dan personalia maupun pada dimensi kualitatif, PGRI menjadikan kekuatan tersebut sebagai modal dasar untuk membawa dan membangun kemajuan Organisasi sesuwai dengan jati diri yang dimilikinya, Sebagai organisasi perjuangan PGRI semakin bersemangat dengan adanya kekuatan tersebut untuk meningkatkan program pembangunan pendidikan dalam upaya menyukseskan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun.PGRI memiliki kelemahan.
2. Berilah penjelasan bagaimana mengurangi kelemahan untuk meningkatkan mutu pendidikan !
Jawaban :
Dengan berbagai kelemahan yang dimilliki PGRI, PGRI akan berusaha untuk melakukan autoritik dan refleksi evaluasi agar kesempurnaan konstruksi terpenuhi. Saling berkomunikasi antar penggurus dan anggota serta melaksanakan misi dan tugasnya dengan baik sehingga upaya PGRI dalam mengurangi kelemahan tersebut akan lebih mudah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
3. PGRI memiliki peluang. Berilah penjelasan bagaimana merebut peluang dan memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan mutu pendidikan !
Jawaban :
PGRI dapat merebut peluang dan memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan secara khusus meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru, salah satunya adalah dengan cara memperdayakan segenap potensi bangsa yang dimilikinya, misalnya PGRI juga ikut aktif dalam program pendidikan untuk semua (Education for all ) yang dilancarkan dunia wajib belajar pendidikan dasara 9 tahun . yang bagi PGRI merupakan peluang untuk berperan secara aktif dalam menangani pendidikan.
4. PGRI memiliki antoman. Berilah penjelasan bagaimana menghindari ancaman untuk meningkatkan mutu pendidikan !
Jawaban :
Dalam berupaya untuk menghindari ancaman, PGRI berusaha untuk lebih bersikap hati-hati terhadap masalah-masalah yang akan timbul dan akan berdampak pada organisasi PGRI, misalnya terhadap masalah terbatasnya berbagai sumber daya alam meningkatnya kebutuhan dan tingginya daya saing dalam masyarakat, selain itu PGRI juga terus berpartisipasi terhadap terbukanya kesempatan dan kebebasan bagi para anggota membentuk organisasi guru diluar PGRI.



Daftar Pustaka

Nusaheri . 2009 . Diklat ke PGRI-an STKIP PGRI Sumenep .
.Suryadi , Ace dan H.A.R. Tilaar. 1994 . ”ANALISIS Kebijakan Pendidikan suatu pengantar ”. Bandung : Rmaja Rosdakarya.
.Nusaheri . 2007 . ” Pengantar Pendidikan ” Jakarta : IRCisoD
.Sutisno . Oteng . 1985 . ” Admitrasi Pendidikan : Dasar teoritis untuk praktek Profesional.” Bandung : Angkasa
.Tilaar . H.A . 2001 ” Paradigma Baru Pendidikan Nasional ”. Jakarta : Rineka Cipta.

BAB X
PGRI BERSAMA MASYARAKAT DUNIA
MEMAJUKAN DUNIA PENDIDIKAN


Pendidikan butuh masyarakat dan masyarakat butuh pendidikan. Pendidikan efisiensinya memang dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat, hingga akhirnya timbul kepedulian masyarakat untuk pendidikan yang nantinya akan melahirkan pendidikan berbasis masyarakat.
Suatu pendidikan yang diselenggarakan dengan memperdayakan semua komponen lingkungan masyarakat dapat diwujutkan melalui atau berperan serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian terhadap mutu layanan pendidikan masyarakat juga berperan dalam perencanaan, pelaksanaan. Penguasaan, dan evaluasi progran pendidikan serta masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya alam dalam penyelenggaraan pendidikan.
Masyarakat masa depan adalah masyarakat yang merupakan satu kelompok manusia yang menduduki satu kawasan tertentu yang anggota-anggotanya saling menguntungkan satu sama lain. Perlunya keterlibatan masyarakat dalam dunia pendidikan, kepedulian, perhatian, bantuan dan dukungan masyarakat untuk sekolah sebagai lembaga penting masyarakat, merupakan prasarat yang sangat mendasar dalam meningkatkan mutu pendidikan. Masyarakat disini berperan serta sebagai perencanaan, pelaksana, pengawasan dan evaluasi program pendidikan.
Dalam penyelenggaraan pendidikan, yaitu dalam upaya memajukan dunia pendidikan yang berkualitas, PGRI disini berperan aktif berasama masyarakat, PGRI menyelenggarakan pendidikan dengan memperdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan, kemudian masyarakat juga berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan pengawasan dan evaluasi program pendidikan, serta masyarakat bearkewajiban memberikan dukungan terhadap sumber daya alam dalm penyelenggaraan pendidikan. (undang-undang nomer 20 tahun 2003 tentang sikdinas ).
Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan sebagaimana diungkapkan sidi (2002), partisipasi masyarakat untuk pendidikan sekolah merupakan suatu keharusan, kepedulian, perhatian,bantuan dan dukungan masyarakat untuk sekolah sebagai lembaga penting pendidikan merupakan prasarat mendasar dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan keterlibatan penuh masyarakat,sekolah mendapat manfaat besar dalam mewujutkan kualitas pendidikan terutama di Indonesia.
Partisipasi masyarakat untuk pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen berbasis pendidikan disekolah. Melalui keterlibatan masyarakat, berbagai keputusan pendidikan dapat efektif dan tertangani untuk perbaikan dunia pendidikan. Dengan keterlibatan masyarakatnya itu, PGRI juga dapat lebih memahami ,serta mengawasi dan membantu sekolah dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar sehingga sistem penbelajaran disekolah juga dapat efektif dan meringankan para anggota PGRI
Langkah strategis yang dapat dilakukan masyakat, khususnya masyarakat kedepan dalam membantu anggota PGRI mewujutkan kemajuan dunia pendidikan adalah dengan caramembantu sekolah dalam memobilitasi sumber daya alam ataupun sumber dayamanusia setempat serta meningkatkan perannya untuk mengambil bagian yang lebih besar dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pendidikan disemua jenjang, dan jalur pendidikan.
Dengan demikian, rasa kepemilikan masyarakat terhadap sekolah dapat meningkat, tanggung jawab dan kepedulian terhadap pendiddikan semakin tinggi dan kesediaan memberikan dukungan inisiatif sekolah dalam mengembangkan dunia pendidikan sekaligus pembangunan pendidikan nasional. Jadi PGRI tidak hanya menjalin kemitraan dengan sesama anggota PGRI saja, selain menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan,menjalin kemitraan dengan pendidikan luar negri, tapi dukungan segenap komponen masyarakat luas sangatlah pentiing dalm memajukan dunia pendidikan, bahkan masyarakat luas yang ikut andil dan memberikan manfaat besar terhadap perkembangan pendidikan. Disinilah persepsi masyarakat tentang kemajuan pendidikan, Untuk itulah PGRI bersama masyarakat memajukan dunia pendidikan, karena masyarakat masa depan sebagai wahan pemberdayaan dalam menanggulangi masalah- masalah pendidikan masa depan.


SOAL dan JAWABAN

1. Profil perjuangan PGRI membari gambaran keberadaan kiprah PGRI dalam ikut memajukan dunia pendidikan. Berilah penjelasan tentang pentingnya anak lembaga PGRI dalam meningkatkan mutu dan revalansi pendidikan
Jawaban :
Anak lembaga PGRI dalam meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan begitu penting, salah satunya adalah membantu masyarakat dan pemerintah dalam usaha melaksanakan program pendidikan, membina dan mengelola lembaga pendidikan PGRI dalam upaya pemerataan pelayanan pendidikan bagi masyarakat.

2. PGRI melakukan perjuangan diselaraskan dengan tantangan zamannya sebagai man yang tampak dalam lintasan perjuangan PGRI. Berilah penjelasan lintasan perjuangan PGRI yang paling terkesan yang memberi dampak besar pada kesejahteraan guru.
Jawaban :
Lintasan perjuangan PGRI yang paling terkesan dan memberi dampak besar pada kesejahteraan guru ialah :
a. Dalam bidang kesejahteraan dapat terwujudnya kesejahteraan materil maupun nonmateril yang ditopang oleh 5 pilar yaitu : Imbalan jasa, rasa aman, kondisi kerja, hubungan antar pribadi dan kepastian karier.
b. Dalam bidang kemitraan nasional dan internasional PGRI menjadi bagian dari Education Internasional, sebagai terjmin kemitraan yang konstruktif dan kerja sama yang cukup kondusif, contohnya dengan kantor Nenpan terbina kerja sama dalam upaya pembenahan mengenai kesejahteraan guru diantaranya upaya pengembangan Remu nerasi peningkatan tunjangan dan tenaga kependidikan.
3. PGRI menjalin kemitraan ditingkat Internasional dalam Education International ( EI ). Berilah penjelasan keuntungan dari masuknya PGRI dalam Education Interna-tional (EI) !
Jawaban :
Keuntungan dengan masuknya PGRI dalam Education International ( EI ) adalah :
1. PGRI mendapt bantuan dan EI melalui konsorsium organisasi guru swedia, kanada, Amerika serikat, norwegia, jepang, belanda dan australia yang berupaya bantuan dana untuk pelatihan dipusat maupun didaerah.
2. Ketua umum PB-PGRI duduk dalam pengurusan EI untuk kawasan asia pasifik.
3. Perjuangan PGRI mendapat dukaungan dari dunia Internasional dan telah masuk dakam salah satu resolusi konferensi EI Asia-pasifik di India.
4. Ketua umum PB_PGRI mendapat kehormatan untuk menjadi salah satu seorang pembicara dalam beberapa konferensi Internasional.
5. PGRI juga dapat berperan secara aktif dalam penyajian materi dan country report.

Daftar Pustaka

Musaheri . 2009 . Diklat ke-PGRI-an STKIP PGRI Sumenep .
Musaheri . 2007 . ”Pengantar pendidikan ” . Jakarta : IR Cisod
 Rusly dan Musaheri . 2005. ” Model pemberdayaan Masyarakat dalam Otonomi pendidikan ”. Sumenep : P3 M STKIP PGRI Sumenep bekerjasama dengan Bappeda Kab. Sumenep.
Sidi , Indrajanti . 2000 . ” Menuju Masyarakat Belajar ”. Jakarta : Balai Pustaka.
Undang-undang nomer 20 tahun 2003 tentang Sikdiknas.

BAB XI
KOMPETENSI GURU PELETAK DASAR KEMAJUAN PENDIDIKAN

Kompetensi guru tidak lahir secara seketika, untuk membentuk seorang guru professional dengan melalui empat kompetensi yaitu kompetensi kepribadian, pedagogik, professional dan social, guru dibutuhkan suatu penanganan yang tepat, konsisten dan berkelanjutan. Khususnya pada saat menempuh oendidikan di perguruan tinggi kependidikan guru.
Seorang guru dan calon guru serta tenaga kependidikan lainnya harus memahami kompetensi dan wibawa guru menuju pada profesionalisme guru sekaligus memahami persoalan – persoalan dan upaya pemecahaannya. Dengan memahami hal ini, guru dan calon guru akan terus berupaya secara sungguh – sungguh untuk memiliki kompetensi yg memadai.
Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa kompetensi professional ini mengenai karakteristik tertentu, misalnya seorang guru harus mampu mengusai materi ajar yang luas dan mendalaminya, serta menguasai struktur dan metode keilmuan dalam bialang stu di yang diajarkan di sekolah, memberikan suatu materi yang dapat bermanfaat bagi peserta didik. Guru juga diharapkan mampu menyelesaikan materi ajar dengan baik, dengan ilustrasi yang jelas dan disertai landasan yang mapann serta dapat memberikan contoh yang kontekstual.
Sebagai organisasi profesi disekolah, kompetensi profesional guru ditunjukkan pula oleh kemampuan gur dalam mengembangkan materi studi yang diajarkan dalam bentuk pendidikan dan secara nyata menghasilkan karya – karya produktif seperti penulisan bahan ajar termsuk menulis buku yang berkaitan dengan materi yang diajarkan.
Sekilas mengenai kompetensi kepribadian, seorang guru dimaksudkan mampu menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai tenaga pendidik dengan cara melaksanakan tugas – tugas secara mandiri, mengambil seuatu keputusan secara cepat, menunjukkan kepribadian disiplin. Hal tersebut mengggambarkan bahwa kompetensi kepribadian ditandai dengan memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat, kepribadian yang mantap, arif dan bijaksana, jujur, berwibawa, berahklak mulia, serta mengembangkan diri secara berkelanjutan dan dapat menjadi teladan bagi anak didiknya.
Kompetensi pedagogic memiliki karakteristik memahami wawasan dan landasan kependidikan, memahami keberadaan peserta didik, merancang suatu pembelajaran, mengefaluasi hasil belajar serta mengembangkan potensi yang dimilki peserta didik.
Sedangakan pada kompetensi sosial, guru dimaksudkan agar mampu berkomunikasi baik lisan maupun tulisan agar jalinan komunikasi informasi secara fungsional berjalan dengan baik serta bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenag kependidikan, orang tua wali peserta didik ataupun dengan masyarakat.
Dari berbagai ulasan diatas dapat disimpulakan kompetensi itu sendiri merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh seorang guru sebagai seorang pendidik dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya.
Untuk itu, hanya dengan memiliki 4 kompetensi itulah guru dapat mejalankan tugasnya dengan baik. Sebagai dasar dan tenaga utama atau mutu dunia pendidikan, khususnya pendiidkan di Indonesia.


SOAL dan JAWABAN

1. Guru yang memiliki kompetensi merupakan tuntuntan yang harus dipenuhi guru dan calon guru. Bagaimana upaya anda agar dapat memiliki kompetensi pedagogik guru ?
Jawaban :
a) Saya akan berusaha memahami keberadaan atau karakteristik peserta didik.
b) Berusaha merancang pembelajaran, misalnya menyusun silabus dan rencana pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik.
c) Selalu mengevaluasi hasil belajar dan mengembangkan potensi peserta didik, misalnya melaksanakan penilaian dan menganalisis hasil penilaian untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar.
d) Membimbing peserta didik mengembangkan bakat dan minat serta mendorong pesrta didik untuk melakukan proses belajar lanjut.
2. Guru harus diakui sebagai faktor penentu kemajuan pendidikan, khususnya pendidikan persekolahan. Bagaimana pandangan anda terhadap masalah yang dihadapi guru ?
Jawaban :
Masalah yang dihadapi oleh seorang guru bukanlah masalah biasa. Menurut saya, guru memiliki tanggung jawab penuh terhadap peserta didik dan sangat berat. Selain berupaya memajukan peserta didik, guru juga berupaya memajukan mutu dan kualitas lembaga pendidikan. Karna itu sangatlah sulit untuk menjadi guru yang professional, tetapi disamping itu tidak hanya guru yang menjadi pusat atau faktor atas kemajuan anak didik. Faktor luar melalui bimbingan orang tua peserta didik juga berperan penting dalam kemajuan anak didiknya.
Masalah yang dihadapi guru juga dapat dilihat dari berbagai aspek. Aspek kuantitas, kuarangnya guru terutama di daerah pedesaan dan terpencil. Aspek kualitas, tuntutang kaulifikasi ideal bagi para guru masih terdapat kesenajangan, sebagian guru masih belum memiliki pendidikan minimal yang dituntut. Aspek penyebarang masih terdapat ketidakseimbangan.
3. Guru profesional terbentuk, slah satunya melalui pendidikan di perguruan tinggi kependidikan yang mencetak guru. Berilah penjelasan sumbangan materi kuliah pengantar pendidikan dalam meningkatkan kompetensi profesional guru !
Jawaban :
Pengantar pendidikan merupakan landasan untutk meningkatkan kompetensi guru sebagai petugas profesi bidang pendidikan, dengan mendalam materi pendidikan. Guru atau calon guru mengenai manusia dan pengembangan sebagai fokus guru dalam menjalankan tugas dan dikenalkan mengenai konsepsi dasar pendidikan nasional. Dengan kupasan materi kuliah pengantar pendidikan mendalam, maka akan memberikan makna pentung bagi calon guru dan guru dalam memahami persoalan pendidikan yang melandasi setiap pelaksanaan tugas profesi pendidik serta memperkarya perspektif dalam memahami dunia pendidikan.
4. Guru yang memiliki kompetensi merupakan tuntutan yang harus dipenuhi guru dan calon guru. Bagaimana upaya anda agar kelak setelah menjadi guru yang berwibawa ?
Jawaban :
Untuk mrnjadi seorang guru yang berwibawa tentu dilakukan berbagai upaya, misalnya keunggulan - keunggulan yang kita miliki sebagai seorang guru, jangan smapai hilang dari diri kita. Kita harus tetap bersikap percaya diri yang kuat, agar sebagai guru kita tampil lebih meyakinkan dengan wibawa yang mantap. Dengan upaya memiliki karakteristik perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik ditandai dengan mengemukakan pendapat yang berpengaruh positif, ketepatan dlam mengambil keputusan apapun serta berusaha bertanggung jawab terhadap keputusan yang kita ambil.


Daftar Pustaka

Musaheri, 2009. Diklat Ke – PGRI – an STKIP PGRI Sumenep.
Musaheri, 2007. “Pengantar Pendidikan”. Jakarta : IRCiSiD
Postman, Daniel, 2002. “Mengajar sebagai Aktivitas Subversif”. Yokyakarta : Jendela Pustaka.
Mulyoso, E. 2008. “Standar kompetensi dan sertifikasi guru”. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Usman, 2005. “Peningkatan kualifikasi guru sebagai sebuah keharusan”. MPA : Surabaya.
Sudjono, Nano, 1989. “Dasar – dasar proses belajar mengajar”. Bandung : Sinar Baru.

BAB XIV
GURU PROFESIONAL MEMBUTUHKAN TUNJANGAN YANG MEMADAI

Permasalahan – pemasalahan pendidikan yang sangat kompleks membuat segenap pamangku pendidikan bekerja ekstra dan saling berkompetisi dalam memberikan kontribusinya terhadap pendiidkan sebagai bentuk pengabdiannya dalam menentukan arah pendidikan kedepan. Dedikasi, kretedibilitas, komitmen dan kompetensi serta sikap profesionalisme sangat dibutuhkan dalam memperbaiki, mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan.
Untuk itu yang mendukung adanya permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan juga bersumber dari permasalahan yang dihadapi oleh guru. Saat – saat masih cenderung atau timbul berbagai opini tentang guru terhadap masalah biaya hidupnya, dengan kata lain guru membutuhkan dengan adanya bantuan pemerintah melalui adanya tunjangan, agar biaya dan kebutuhan hidupnya juga terjamin di masa depan dan juga untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Inilah pikiran – pikiran yang muncul tantang gur dan menjadi topik permasalahan dikalangan dunia pendidikan.
Dengan berbagai wacana permasalahan diatas, salah satu wujud perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap guru adalah dengan adanya pemberian tunjangan tersebut dan penghargaan profesi guru. Untuk itu, bagi setiap calon guru, guru serta tenaga kependidikan lainnya harus mengetahui, apa itu tunjangan dan penghargaan? Yang diberikan kepada guru sebagai dasar motivasi untuk selalu meningkatkan mutu profesionalisme guru secar berkelanjutan.
Ada beberapa macam tunjangan yang diberikan kepada guru, meliputi : tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus serta maslahat tambahan.
Tunjangan profesi tersebut diberikan kepada guru yang memiliki satu atau lebih sertifikat pendidik yang telah diberi satu nomer registrasi guru oleh DEPDIKNAS, memenuhi beban kerja sebagai guru, mengajar sebagai guru mata pelajaran serta tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain satuan pendidikan tempat bertugas. Tunjangan profesi ini diberikan terhitung mulai awal tahun anggaran setelah yang bersangkutan mendapatkan nomer registrasi guru dan tunjangan profesi tersebut dianggarkan sebagai belanja pegawai atau bantuan sosial sesuai dengan peraturan perundang – undangan, begitu juga pada pemberian tunjangan fungsional dan tunjangan khusus. Tunjangan profesi, subsidi, tunjangan fungsional dan tunjangan khusus bagi guru tetap yang bukan pegawai negeri sipil diberikan sesuai kesetaraan tingakat masa kerja, dan kualifikasi yang berlaku bagi guru pegawai negeri sipil.
Dan pemerintah juga menjamin terwujudnya maslahat tambahan kepada guru yang diangkat oleh pemerintah,pemerintah daerah atau penyelenggara pendidikan serta satuan pendidikan yang didirikan oleh masyarakat. Maslahat tambahan diberikan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi guru. Maslahat tambahan yang terbentuk dana tersebut bagi guru dianggarkan sebagai belanja pegawai atau bantuan sosial sesuai dengan peraturan perundang – undangan.
Seorang guru hanya berhak mandapat satu tunjangan profesi, terlepas dari banyaknya sertifikat pendidik yang dimilikinya dan banyaknya satuan pendidikan atau kelas yang dimanfaatkan jasanya sebagai guru.
Dengan demikian seiring berkembangnya zaman pula semakin banyak tantangan – tantangan yang terjasi yang harus dihadapi, terutama dalam dunia pendidikan. Berbagai kebutuhan dengan segala potensi juga terus merongrongi kehidupan. Dengan dasar itulah, guru sangat membutuhkan bantuan dana dari pemerintah yaitu dengan melalui pemberian tunjangan. Karna hanya gurulah sebagai petugas terdepan pendidikan Indonesia. Sehingga peningkatan atau kualitas pendidikan dapat dicapai dan kesejahteraan guru juga dimiliki bersama dengan terpenuhinya segala kebutuhan kehidupan yang sangat menjamin dan memadai.


SOAL dan JAWABAN

1. Pemerintah setiap tahun memperingati hari guru nasional setiap tanggal 25 November. Bagaimana upaya yang ditempuh PGRI untuk mendukung dan menyukseskan peringatan hari guru nasional ?
Jawaban :
Upaya yang ditempuh PGRI untuk mendukung dan menyukseskan peringatan hari guru nasional yaitu dengan memberikan tunjangan dan penghargaan kepada guru sebagai dasar motifasi untuk selalu meningkatkan mutu profesionalisme kepadanya atau secara berkelanjutan. Dalam pemberian penghargaan tersebut yang diberikan kepada guru, sesuai dengan prestasi yang dicapai atau diperoleh oleh guru.
2. Pemerintah terus menata dan secara sungguh – sungguh melakukan pembinaan guru melalui pemberian tunjangan – tunjangan. Bagaiman upaya yang ditempuh PGRI untuk mendukung penataan dan pembinaan guru melalui pemberian tunjangan ?
Jawaban :
Pemerintah menata dan melakukan pembinaan guru melalui pemberian tunjangan kepada guru berupaya dengan cara berdasarkan peraturan perundang – undangan yang berlaku. Upaya yang dilakukan PGRI untuk mendukung hal tersebut, PGRI berupaya terus memperhatikan aspek kemajemukan budaya, daya adaptasi, sosiokultural, serta integrasi guru dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, juga memperhatikan prinsip – prinsip taat asas, tepat kualifikasi, tepat kompetensi untuk menjaga keseimbangan distribusio guru itu sendiri, serta mengembangkan karir guru yang dikembangkan melalui hasil uji kompetensi sertifikasi dan registrasi profesi guru yang dilaksanakan secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
3. Pemerintah memberikan penghargaan terhadap guru berprestasi. Bagaimana upaya yang ditempuh PGRI dalam menyukseskan pemberian penghargaan terhadap guru ?
Jawaban :
Upaya yang dilakukan PGRI dalam menyukseskan pemberian penghargaan terhadao guru dapat ditempuh melalui :
a. Selalu untuk terus mengembangkan dan memajukan peserta didik yang dapat memenangkan kejuaraan tingkat daerah, profensi maupun tingkat nasional.
b. Selalu berupaya untuk meningkatkan infensi dan inofasi pembelajaran yang diakui pada tingkat daerah, profensi maupun tingkat nasional.
c. Tetap berusaha menjalankan tugas dan kewajiban sebagai guru dengan dedikasi yang baik, agar penghargaan dapat diberikan secara berkelanjutan dan seterusnya.
4. Pemerintah memberikan maslahat tambahan bagi guru. Bagaimankah upaya yang ditempuh PGRI untuk mendukung terhadap pelaksanaan maslahat tanbahan kepada guru ?
Jawaban :
Upaya yang ditempuh PGRI untuk mendukung terhadap pelaksanaan pemberian maslahat tambahan kepada guru yaitu dengan menberikan tambahan dana bagi guru, baik guru yang diangkat pemerintah, pemerintah daerah maupun penyelenggara atau lembaga pendidikan serta memberikan tunjangan pendidikan, asuransi pendidikan, berupa beasiswa atau penghargaan kepada guru.





Daftar Pustaka

Musaheri, 2009. diklat – PGRI – an STKIP PGRI Sumenep.
Musaheri, 2007. “Pengantar Pendidikan”. Jakarta : IRCiSoD
Usman, 2005. “Peningkatan Kualifikasi guru sebagai sebuah keharusan”. NPA : Surabaya.
 Direktorat Tenaga Kependidikan, 2005. “Kebijakan dan Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan”. Jakarta : Direktorat tenaga Kependidikan Dirjen Pendidikan Menengah Depdiknas Jakarta.
Direktorat Tenaga Kependidikan, 2001, “pedoman pembinaan penghargaan bagi guru”. Jakarta : Direktorat Tenaga Kependidikan Dirjen Pendidikan Menengah Depdiknas Jakarta.

BAB XIII
PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU MELALUI SERTIFIKASI GURU DALAM JABATANNYA

Bagi setiap calon guru dan guru harus mengetahui pendidikan profesi dengan melalui program sertifikasi. Pintu masuk untuk menjadi guru dimasa mendatang harus melalui pendidikan profesi dengan program sertifikasi tersebut. Seorang guru yang ingin mendapatkan pengakuan sebagai guru professional harus memiliki sertifikat pendidik melalui program sertifikasi dalam jabatannya. Dengan demikian, ketika diangkat menjadi guru sebagai PNS atau diangkat oleh satuan pendidik melalui SK pengankatan yayasan menjadi guru swasta, maka akan mendapat tunjangan profesi secara otomatis.
Sebelum kita melangkah pada masalah pembinaan profesionalisme guru melalui program sertifikasi, terlebih dahulu kita dituntut untuk mengetahui, apa sih yang dimaksud dengan sertifikasi itu ?. Sertifikasi guru merupakan proses pemberian sertifikat pendiidk untuk guru. Guru yang telah lulus program sertifikasi akan diberikan sertifikat pendidik sebagai bukti formal pengakuan yang diberikan kepada guru sebagai tenaga profesional. Pendidikan profesi tersebut di selenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan terakreditasi, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat dan ditetapkan oleh pemerintah.
Kualifikasi akademik guru bagi guru dalam jabatan yang belum memenuhi persyaratan minimal, dapat dipenuhi melalui pendidikan atau pengakuan hasil belajar mandiri yang diukur melalui pendidikan atau pengakuan hasil belajar mandiri yang diukur melalui uji kesetaraan yang dilaksakan melalui ujian komprehentif oleh perguruan tinggi yang terakreditasi.
Namun, yang menjadi suatu problem atau permasalahan sekarang ini masih belum ada jawaban yang pasti terhadap persoalan terpuruknya pendidikan kita. Pendidikan yang dihadapi sebagai modal utama dalam proses memajukan sebuah bangsa berada dalam kondisi yag memperihatinkan. Kualitas pendidikan yang masih jauh dari standart pendiidkan internasional menjadi bukti konkret bahwa pendidikan kita tidak maju. Diskusi para pakar pendidikan dalam rangka mencari solusi bagi masalah pendidikan juga tidak kunjung menemukan jalan keluar. Kebijakan pemerintah mulai dari perubahan kurikulum sampai pada persoalan kebijakan ujian nasional juga tidak mampu menjadi jawaban bagi masalah yang melilit dunia pedidikan.
Dalam pembinaan profesionalisme guru dengan melalui kebijakan sertifikasi guru telah diyakini akan bisa memperbaiki keadaan guru yang hanya melahirkan masalah baru yang lebih baik dalam dunia pendidikan. Pembinaan guru dengan proses sertifikasi diharapkan lebih professional. Hal tersebut disebabkan apresiasi guru terhadap sertifikasi bukan untuk memperbaiki kualitasnya. Hanya saja dengan lulus sertifikasi yang diharapkan para guru hanya tunjangan yang berlipat ganda. Sehinga hal tersebut tidak berpengaruh terhadap kualitasnya. Yang ada dalam pikiran guru saat ini dengan melalui sertifikasi gajinya akan lebih banyak bukan mengharap kualitas pendidikan lebih baik.
Sebenarnya memperbaiki kualitas pendidikan dengan memperbaiki kualitas guru melalui sertifikasi adalah merupakan jalan yang tepat sebab, pada gurulah menjadi penentu dalam proses pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Ketika dalam proses pembelajaran tidak efek tif dan tdak berjalan dengan baik maka pendidikan kita tidak akan bisa diharapkan bisa berubah kearah yang lebih baik.
Maka, dengan memperbaiki mutu guru melalui sertifikasi juga merupakan jalan yang tepat. Namun pada prosesnya juga harus ada pengawalan yang tepat. Sebab kita tidak, maka jelas akan ada sebuah penyimpangan. Sehingga pada akhirnya sertifikasi tidak lagi menjadi upaya memperbaiki profesionalisme guru seperti yang kita harapkan. Namun hanya sebagai upaya untuk memperbaiki kesejahteraan guru yang sering kali banyak tidak berpengaruh terhadap profesionalisme seorang guru.
Untuk itu, hal yang terpenting juga komitmen seorang guru juga betul – betul ingin melakukan perbaikan pada pendidikan. Artinya para guru harus menhilangkan paradigm menjadi guru yang hanya semata – mata ingin mencari kerja dan keuntungan yang besar. Sebab hal itu nantinya akan menghambat dan akan menghilangkan makna profesionalisme ketika menjadi guru. Organisasi orientasi kerjapun akan sangat menghambat kemajuan dunia pendidikan.


SOAL dan JAWABAN

1. Pemerintah, dalam pengangkatan guru kedepan, harus melalui pendidikan profesi calon guru. Apakah hal ini jaminan lulusan pendidikan profesi melahirkan sosok guru yang profesional ? berilah penjelasan !
Jawaban :
Ya, karena dengan melalui pendidikan profesi calon guru, nantinya calon guru akan mendapatkan sertifikasi pendidik, berarti denga sertifikat pendidik calon guru yang bersangkutan telah memenuhi persyaratan sebagai guru professional dengan kata lain, menjamin lulusan pendidikan profesi guru yang professional.
2. Pemerinta terus menata peningkatan profesionalisme guru melalui program sertifikasi yang berujung pada pemberian tunjangan profesi. Bagaiman strategi yang ditempuh pemerintah dan masyarakat bahwa tunjangan profesi dapat meningkatkan profesionalisme guru secara berkelanjutan ?
Jawaban :
Pemerintah dan masyarakat berupaya memberikan tunjangan kepada guru berupa tunjangan profesi, tunjangan yang dianggarkan sebagai belanja pegawai. Tunjangan khusus serta muslahat tambahan. Hal ini diberikan kepada guru sebagai dasar motivasi untuk selalu menigkatkan mutu profesionalisme guru secara berkelanjuta.
3. Pemerintah memberikan jaminan peningkatan kesejahteraan guru melalui program sertifikasi. Begaimana upaya yang ditempuh PGRI untuk mendukung terhadap program sertifikasi guru ?
Jawaban :
Upaya PGRI untuk mendukung terhadap program sertifikasi guru salah satunya adalah dengan mengadakan pengankatan guru yang diwali dengan pendidikan profesi, dengan mengikuti pendidikan profesi maka akan mendapatkan sertifikasi pendidikan. Dengan demikian akan diangkat menjadi guru sebagai PNS. Sedangkan pada guru swasta akan diberikan bantuan tunjangan profesi secara otomatis.


Daftar Pustaka

Musaheri, 2009. Diklat ke – PGRI – an STKIP PGRI Sumenep.
Kadir, Abd, 2004. “Mencari Format Ideal Pendidikan Masa Depan”. Dalam An – anwar edisi XVII.
Usman, 2005. “Peningkatan Kualifikasi Guru Sebagai Sebuah Keharusan”. MPA : Surabaya.
 Samani, Muchlas, dkk, 2006. “Mengetahui Sertifikasi Guru di Indnesia”. Surabaya : SIC dan Assosiasi Peneliti Pendidikan Indonesia.
Mulyasa, E, 2008. “Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru”. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

BAB XII
PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU DI ERA GLOBALISASI

Pembinaan profesionalisme guru di era globalisasi perlu dilaksanakan dalam sistem pengelolaan guru dan pendidikan. Dapat melalui pembinaan profesi dan pengembangan karier guru. Dalam pembinaan profesi dan pengembangan karier guru yang diiringi dengan tingkat remunerasi yang memadai, diharapkan agar dapat mengangkat profesi guru menjadi lebih menarik bagi masyarakat, khususnya pada era globalisasi saat ini sesuai dengan tuntutan global (global edication).
Ke depan, pembinaan profesioanalisme guru ditujukan pada komitmen para anggota PGRI untuk meningkatkan profesionalisme guru dengan terus menerus mengembangkan strategi yang dilaksanakan dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesi guru. Dilain pihak pembinaan profesionlaitas mengacu pada sikap pribadi para guru khususnya anggota PGRI terhadap profesi serta derajat pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki dalam rangka melakukan tugas profesinya. Dengan kata lain pembinaan profesionalisme guru menunjuk pada proses peningkatan para guru secara individual. Misalnya pembinaan dilakukan melalui pendidikan atau latihan pra jabatan sehingga profesionalisme dapat dimiliki oleh para guru ke depan khususnya di era globalisasi.
Pada era globalisasi yang merupakan era baru ditandai dengan adanya perubahan – perubahan mendasar untuk membentuk tatanan yang lebih baik guna mencapai tujuan nasional yang dicita – citakan. Perubahan dalam era globalisasi dilakukan secara konsepsional dan konstitusional dengan strategi dan program yang lebih efektif. Tatanan baru yang diupayakan melalui reformasi tersebut bersifa holistik dalam keseluruhan tatanan kehidupan.
Menurut Surya (2003), PGRI sekurang – kurangnya menghadapi yang bersifat global, tantangan nasional dan tantangan organisasional. Tantangan global adalah kecenderungan dimasa depan yang ditandai dengan sebagai perubahan yang berlangsung dengan sngat cepat terutama dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dengan segala dampaknya akan terjadi. Kondisi dimasa depan juga akan menuntut sumbar daya manusia yang bermutu yang mampu mengatasi berbagai kebutuhan.
Secara keseluruhan, Era Globalisasi ditandai dengan ketergantungan antar bangsa, suasana kompetitif dalam segala bidang, kecenderungan makin homogennya pandangan dan perilaku serta kecenderungan terhadap nilai – nilai dana etika yang akan mempengaruhi sebagai tatanan kehidupan manusia yang tampak dalam perubahan – perubahan yang berlangsung.
Untuk itu dalam menghadapi segala tantangan tersubut, PGRI dituntut untuk berpartisipasi secara dinamis dalam segi struktur, kultur, subtansi dan suber daya manusia, sehingga organisasi ini akan tetap lestari dan adaptif terhadap kondisi yang berkembang.
Agar tetap lestari dan berkembang pada era globalisasi, disinilah PGRI juga menempatkan diri dalam pembinaan profesionalisme guru. PGRI dituntut harus mampu beradaptasi dan mewujudkan dirinya sebagai organisasi pembelajaran yaitu organisasi yang senantiasa belajar dan secara berkesinambungan melakukan transformasi ke arah yang lebih baik dalam mengelola pengetahuan, penggunaan teknologi, sumber daya manusia dan perluasan pembelajaran untuk beradaptasi dalam lingkungan yang berubah.
Dengan demikian, pembinaan profesionalisme guru dimaksudkan meliputi empat kompetensi dasar yang dimiliki oleh seorang guru, nilai – nilai sesuai dengan norma atau sikap dan keterampilan dalam mendidik peserta didik. Dengan pembinaan profesionalisme tersebut dalam mengembangkan kepribadian seorang guru dan peningkatan mutu pendidikan di era globalisasi, maka dilaksanakan berbagai program dalam membina profesionalisme guru. Misalnya melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan alat dan linkungan dengan cara berinteraksi antar siswa, masyarakat dan kalangan pendidik lainnya, dengan menerapkan metode – metode cara belajar yang akan diberikan kepada para peserta didik, melakukan penelitian lebih lanjut dengan mengadakan pelatihan – pelatihan pra jabatan para guru guna meningkatkan kualitas pendidikan atau proses pembelajaran dalam system pendidikan. Khususnya pada era globalisasi ini yang akan terus mengalami pengembangan dan perubahan – perubahan yang terjadi sesuai perkembangan zaman.

SOAL dan JAWABAN

1. Pemerintah setiap tahun melakukan rekrutmen guru. Bagaimana upaya yang ditempuh PGRI untuk mendukung rekrutmen guru ?
Jawaban :
Upaya yang ditempuh PGRI untuk mendukung rekrutmen guru :
a. Menganalisis seberapa besar kekurangan guru (kebutuhan guru) diberbagai sekolah beserta mata pelajarannya.
b. Guru yang direkrutmen harus mempunyai latar pendidikan yang minimal dan mantap.
c. Membantu dalam perekrutan guru yang dilakukan secara transparan system keterbukaan.
d. Serta memberikan kontribusi yang produktif pada setiap guru atau pada tiap sekolah.
2. Pemerintah menata penempatan dan pembinaan guru. Bagaimana upaya yang ditempuh PGRI untuk mendukung penataan dan pembinaan guru.
Jawaban :
Dengan jalan pemerintah menata penempatan dana pembinaan guru, PGRI berupaya dengan cara berdasarkan peraturan perundang – undangan yang berlaku dengan memperhatikan peta kebutuhan guru yang akurat dan mukhtahir, dengan memperhatikan aspek kemajemukan budaya, daya adaptasi, sosio – cultural, serta integritas guru dalam rangka Negara Republik Indonesia, memberikan pembekalan tentang kemajuan etnis, tardisi, aat istiadt, buadaya, adaptasi linkungan, human relation dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara juga memperhatikan prinsip – prinsip taat asa, tepat kualifikasi, tepat kompetensi, tepat jumlah, tepat sasaran untuk menjaga kesinambungan distribusi guru permata pelajaran, per jenis satuan pendidikan, per kecamatan, per kabupaten/ kota, per provensi, dan secara nasional. Dengan demikian, dalam menata penempatan dan pembinaan guru PGRI juga berupaya mengangkat profesi guru menjadi lebih menarik bagi masyarakat, melakukan analisa terhadap kebutuhan guru, melakukan pembinaan calon guru pada perguruan tinggi penyelenggara pendidikan tenaga kepandidikan.
3. Pemerintah memeberikan penghargaan terhadap guru berprestasi. Bagaimana upaya yang ditempuh PGRI dalam mensukseskan pemberian penghargaan terhadap guru.
Jawaban :
Didasarkan pada kinerja guru, memperhatikan peningkatan potensi dan kualifikasi guru, berdasarkan motivasi kerja dan motivasi berprestasi tinggi, mengetahui azas – azas. Selain itu upaya yang ditempuh pemerintah memberikan penghargaan terhadap guru berprestasi antara lain :
a. Pembaharuan (inovasi) dalam pembelajaran atau bimbingan.
b. Ikut serta dalam pemberian atau penghargaan tersebut.
c. Dapat memilih atau menentukan guru yang patut menjadi suri tauladan yang baik.
d. Memberikan penghargaan sesuai dengan prestasi yang dicapai atau diperoleh oleh guru.
4. Pemerintah memberikan jaminan pension hari tua kepada guru. Bagaimana upaya yang ditempuh PGRI untuk mendukung terhadap jaminan hari tua kepada guru.
Jawaban :
Pemerintah memeberikan jaminan hari tua kepada guru yaitu bagi guru PNS maka selain aturan pension yang berlku bagi PNS juga diberlakukan aturan khusus bagi guru, sedangkan guru non PNS maka lembaga pendidikan yang bersangkutan menyesuaikan dengan aturan yang berlaku bagi guru PNS dan departemen / dinas pendidikan / sekolah menyelenggarakan program persiapan masa pensiun diikuti guru pada masa 2 tahun menjelang pensiun antara lain :
a. Bimbingan psikologi / mental menjelang pension.
b. Wawasan social, olah raga, keagamaan, dan bisnis.
c. Keterampilan bisnis dan materi lain yang sesuai dengan minat guru selain mengikuti program masa pensiun, guru diberi pengurangan jam kerja untuk member waktu kepada guru bersosialisasi dan beradaptasi menjelang pensiun.
d. Jaminan hari tua / setelah pensiun dengan mengurangi tunjangan lain selain tunjangan pendidikan bagi anak (bagi anak masih sekolah / kuliah), asuransi kesehatan, kecelakaan, dan kematian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Laman